“Usulan Ketua DPR Papua Barat Adalah Hak Partai Demokrat”

share on:

Sorong, Jubi – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Bersatu DPR Papua Barat, M. Sanusi Rahaninggmas mengatakan, polemik ketua DPR Papua Barat merupakan hak konsistensi partai Demokrat sebagai pemenang pemilu tahun 2014.

Hal itu dikatakannya menyusul adanya stigma dalam wacana publik yang berkembang bahwa ada tembok pemisah dalam perebutan ketua DPR Papua Barat, yang sebelumnya diusulkan oleh Demokrat, yaitu Mateos Selano. Namun SK-nya dibatalkan oleh Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi setelah ditolak masyarakat asli Papua bahwa Ketua DPR Papua Barat harus dijabat orang asli Papua (OAP).

“Siapa pun yang diusung oleh Partai Demokrat, itu sah-sah saja. Jangan jadikan ini polemik,” katanya kepada Jubi di Sorong, Papua Barat, Senin (9/11/2015).

Menurut dia, jika pelantikan ketua DPR Papua Barat terus menjadi persoalan di legislatif, maka akan menghambat pihaknya untuk menjalankan fungsinya sebagai pengontrol kebijakan pemerintah.

“Seharusnya kita mencoba dulu. Kan dia (Matheos Selano: red) juga orang Indonesia, bukan berdasarkan warna kulit, tetapi kinerjanya yang kita butuhkan,” katanya.

Menurut pengamat politik lokal di Papua Barat, Brian Mantui, polemik tersebut terjadi karena kurang harmonisnya hubungan legislatif dengan eksekutif.

“Ini karena keharmonisan saja, semua ego masing-masing itu yang ditunjukkan demi mengamankan kepentingan,” kata Brian.

Seperti diketahui, Matheos Selano sudah mendapatkan restu dari DPP Demokrat sebagai ketua DPR Papua Barat. Namun di balik itu muncul polemik mempersoalkan statusnya sebagai OAP. DPR Papua Barat lantas menyurati gubernur untuk memeroses rekomendasi DPP Demokrat tersebut ke Mendagri agar mendapatkan pengesahan pemerintah pusat. (Niko MB)

 

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  “Usulan Ketua DPR Papua Barat Adalah Hak Partai Demokrat”