Guru yang Tak Berkompeten di Papua Akibat Ulahnya Sendiri

share on:
Anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol - Jubi/Doc
Anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Sejumlah guru di Papua dianggap tak berkompeten, terutama mereka yang mengajar di pedalaman lantaran berbagai hal. Selain ada diantara guru itu tak berlatar belakang pendidikan, serta sarana belajar mengajar tak memadai, faktor jarang berada di tempat tugas diduga juga menjadi salah satu penyebab.

Anggota Komisi V DPR Papua bidang Pendidikan dan Kesehatan, Natan Pahabol mengatakan, guru yang tak berkompeten di Papua kebanyakan lantaran ulah mereka sendiri, terutama yang bertugas di wilayah pedalaman.

“Kebanyakan guru yang bertugas di wilayah pedalaman tak mengajar. Secara tak langsung dia sendiri yang membuat dirinya tak berkembang, karena tak menerapkan ilmu yang dimiliki. Baik dari sistem metode mengajar, kurikulum maupun penguasaan materinya,” kata Natan kepada Jubi, Selasa (10/11/2015).

Menurutnya, kebanyakan kemampuan guru yang mengajar di wilayah pedalaman Papua merosot. Kecuali mereka yang bertugas di kota, selain ditunjang fasilitas memadai, juga selalu mengikuti perkembangan informasi sebagai referensi.

“Kalau guru di kota kemampuannya meningkat. Tapi kalau di pedalaman, guru jangan mengajar dan kemampuannya tak akan berkembang. Jadi lebih banyak guru-guru tak berkompeten di Papua,” ucapnya.

Kata Natan, mereka yang bertugas di pedalaman dengan kondisi terbatas, harusnya aktif mengajar, agar ilmu didik yang mereka miliki bisa terus diterapkan. Minimal akan ada peningkatan kemampuan jika mereka selalu mengajar.

Katanya, guru di pedalaman jangan selalu beralasan, kemampuan mereka tak berkembang karena mereka di wilayah pedalaman. Tak ada fasilitas dan lainnya. Jarang berada di tempat tugas lantaran wilayah yang sulit dijangkau, dan faktor lainnya.

“Itu tak bisa jadi alasan. Kalau mereka sungguh-sungguh ingin meningkatkan kemampuan, pasti akan berupaya dengan berbagai cara meski dalam kondisi terbatas. Jarang berada di tempat tugas dengan alasan jauh dari kota. Bukankah ketika akan menjadi guru mereka menyatakan siap di tempatkan dimana saja,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen mengatakan, faktor keamanan menjadi salah satu penyebab banyak guru yang mengabdi di pedalaman Papua meninggalkan tempat tugas. Selain itu masalah kesejahteraan juga menjadi catatan penting untuk dilihat dan dicarikan solusi.

“Disamping itu, kini banyak guru-guru yang direkrut menjadi pegawai negeri sipil oleh pejabat politik lokal, sehingga menimbulkan kecemburuan dari guru-guru lain. Banyak guru yang ditarik jadi kepala dinas, eselon III, IV, sehingga membuat guru lain tidak bersemangat selain masalah keamanan dan geografis,” kata Hery kala itu. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Guru yang Tak Berkompeten di Papua Akibat Ulahnya Sendiri