Harga Barang di Wamena Meroket karena Ongkos Angkut Aviasi Naik

share on:
Pertemuan DPRD Jayawijaya bersama seluruh pihak soal kelangkaan dan mahalnya harga BBM maupun sembako-Jubi/Islami
Pertemuan DPRD Jayawijaya bersama seluruh pihak soal kelangkaan dan mahalnya harga BBM maupun sembako-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Jika sebelumnya kelangkaan dan mahalnya harga barang kebutuhan pokok di Jayawijaya karena minimnya penerbangan, kini situasi yang terjadi disebabkan naiknya ongkos angkut barang tiap aviasi penerbangan yang masuk ke Wamena.

Naiknya ongkos angkut penerbangan dari Jayapura ke Wamena tiap aviasi bervariasi. Penerbangan Trigana dan Deraya yang masih menerapkan harga stabil, tetapi di penerbangan lain harganya hingga Rp 12.500 per kilo.

Hal ini terungkap dari dialog yang difasilitasi DPRD Jayawijaya, Selasa (10/11/2015).

Ketua DPRD Jayawijaya, Komisi B DPRD Jayawijaya, Kepala Dinas Perindagkop, kepolisian, SatPol PP, pihak aviasi, para pemasok barang dan juga masyarakat dan forum masyarakat Jayawijaya hadir dalam dialog tersebut.

Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo mengatakan, beberapa keputusan yang sudah diambil bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jayawijaya, khsusunya bagi pengawasan harga bahan bakar minyak baik yang subsidi maupun non subsidi (industri dan eceran).

Terdapat  12 item untuk menjawab tuntutan masyarakat di BBM subsidi, dan sembilan item kesepakatan khusus penyaluran dan pengawasan bagi BBM non subsidi maupun sembako.

“Namun dari hasil kesepakatan forkopimda ini perlu disosialisasikan kembali ke masyarakat, agar jika ada yang setuju atau perlu adanya penambahan dapat ditampung dan menjadi masukan untuk dilakukan perbaikan. Makanya, DPRD kembali memfasilitasi kembali pertemuan mengenai mahalnya harga bahan bakar minyak dan juga sembako di Jayawijaya,” katanya.

Beberapa item yang disepakati itu, ditetapkan bahwa untuk harga BBM subsidi tetap sedangkan untuk harga BBM industri 25 ribu rupiah per liter dan BBM eceran ditetapkan paling tinggi Rp 30 ribu per liter.

Selain itu, kendaraan dinas pemerintah daerah Jayawijaya, instansi vertikal, TNI dan Polri tidak diperkenankan menggunakan bahan bakar minyak subsidi terhitung per 1 Januari 2016.

“Kami juga menekankan bahwa kios-kios yang mempunyai izin berdagang sembako, tidak boleh ada jual BBM dan itu dilarang,” katanya.

Ia mengakui bahwa setelah adanya masukan-masukan dari semua pihak, akan dilakukan pertemuan kembali antara Komisi B DPRD Jayawijaya, Perindagkop, para aviasi dan para pemasok barang di Wamena.

“Hal ini penting, supaya kita dapat mengetahui bersama kepastian harga kenaikan dari pihak aviasi, agar masyarakat pun dapat mengetahui yang sebenarnya,” katanya.

“DPRD pun menghimbau kepada para pedagang, jika ingin menaikan harga yang sewajarnya, jangan memanfaatkan naiknya harga ongkos kirim untuk menaikan harga yang menyusahkan masyarakat, meskipun kita tahu bersama berdagang itu mencari untung,” lanjutnya.

Kenaikan harga ongkos angkut penerbangan juga dikeluhkan para pemasok barang, di mana mereka meminta ketegasan pemerintah untuk menyamakan harga naik barang dari Jayapura ke Wamena.

“Jadi, persoalan yang sekarang terjadi ini, kami kirim barang dari Jayapura berusaha untuk menggunakan ongkos angkut yang standar. Namun ada pemasok lain yang berani bayar lebih mahal dan barangnya naik duluan, sedangkan barang kami yang ikut harga standar harus menunggu dikirim berminggu-minggu,” kata salah seorang pemasok dalam dialog.

Dalam dialog itu pun, ditemukan dalam minggu lalu ada sejumlah aviasi yang hanya mengangkut barang-barang proyek seperti semen, besi, seng dan lainnya, tanpa dicampur komoditi lainnya, baik BBM maupun sembako. Sehingga, hal itu mengakibatkan hingga kini sembako dan BBM masih sulit didapat.

Koordinator forum masyarakat Jayawijaya, Mully Wetipo mengapresiasi DPRD Jayawijaya yang memfasilitasi pertemuan itu hingga semua persoalan jelas terungkap.

“Kami harap kesepakatan ini dapat segera berjalan, termasuk pembentukan tim atau pansus soal pengawasan harga BBM maupun harga sembako di Jayawijaya ini,” kata Wetipo. (Islami)

 

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Harga Barang di Wamena Meroket karena Ongkos Angkut Aviasi Naik