Skouw Dijadikan Pintu Keluar Pemegang Paspor PNG

share on:
Suzana Wanggai(Jubi/dok)
Suzana Wanggai(Jubi/dok)

Jayapura, Jubi – Rapat Koordinasi Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri bersama Imigrasi, TNI/Polri dan pihak terkait lainnya telah menghasilkan kesepakatan, yakni wilayah Skouw dijadikan pintu keluar bagi warga pemegang paspor Papua Nugini (PNG).

Sedangkan untuk untuk kedatangan, pemegang paspor PNG hanya bisa melalui Bandara Ngurah Rai Bali. Sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dimana hanya lima bandara yang bisa menerima kedatangan warga Negara Asing menggunakan visa bebas wisata.

“Mungkin ke depan kami akan usulkan ada penerbangan langsung Jayapura – Port Moresby PNG. Jadi bisa langsung tidak perlu lagi via Bali,” kata Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai, di Jayapura, Selasa (10/11/2015).

Sementara untuk pemegang paspor Indonesia yang hendak ke PNG, jelas Suzi, prosedurnya tetap seperti biasa. Sebab PNG dalam rangka mempromosikan pariwisata mereka juga menerapkan aturan sendiri tentang visa.

“Dari 76 negara yang ditetapkan untuk bebas visa wisata salah satunya adalah PNG. Oleh sebab itu hari ini sangat penting untuk dilakukan koordinasi dengan pihak terkait penerapan di lapangan,” ucapya.

Ditempat yang sama, Kepala Imigrasi Kelas I A Jayapura, Gardu Tampubolon mengatakan kesiapan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di perbatasan Skouw Wutung sudah siap. Hal ini terwujud berkat koordinasi yang terjalin cukup baik dengan pihak terkait seperti badan Perbatasan juga TNI/Polri.

Terkait dengan Permekumham juga Perpres, Gardu mengaku, masih ada kendala dari segi fasilitas yang belum maksimal. Apalagi sesuai kebijakan Presiden Jokowi untuk pembangunan tujuh kawasan perbatasan, salah satunya kawasan perbatasan Skouw Wutung, Jayapura – Papua.

“Untuk saat ini memang kami masih lakukan secara apa adanya. Sehingga butuh perhatian yang lebih besar lagi,” kata Gardu.

Menyinggung soal pelintas batas tradisional dari PNG, menurut Gardu, tidak bisa diberlakukan peraturan Internasional seperti visa bebas. Sebab telah diterapkan peraturan khusus.

“Memang untuk wilayah perbatasan Papua – PNG memang masih ada hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Oleh sebab itu Imigrasi menerapkan peraturan khusus tentunya dengan pertimbangan keamanan. Jadi dari segi keamanan yang kami jalankan,” ucapnya.

Dia menambahkan untuk pemberlakuan Perpres tentang bebas visa kunjungan, sudah mulai berjalan sejak September 2015. Namun masih sebatas visa tertentu yang dikeluarkan oleh konsul RI.

“Sebab visa yang dikeluarkan sudah melalui tahapan lebih selektif. Sehingga kami dari Imigrasi akan lebih selektif walaupun ada bebas visa wisata kami akan tetap menyikapinya dari sisi keamanan,” katanya. (Alexander Loen)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Skouw Dijadikan Pintu Keluar Pemegang Paspor PNG