Pemkot Jayapura bantu Patenkan Motif Port Numbay

share on:
salah satu motif dari port numbay, dari kampung yoka -Jubi/Sindung
salah satu motif dari port numbay, dari kampung yoka -Jubi/Sindung

Jayapura, Jubi – Sebanyak 20 motif Port Numbay dari hasil Lomba Cipta Cinderamata dan Motif Port Numbay yang digelar Dinas Perdagangan dan Industri serta Koperasi (Disperindagkop) Kota Jayapura akan dipatenkan sebagai bentuk proteksi adat.

“Seluruh motif yang berasal dari kampung, untuk menjaga keaslian dan menjaga hak cipta mereka sebagai pemilik, tahun depan kita akan daftarkan secara resmi ke Kemenkumham. Dan dari hak paten itu kita perkenalkan keluar, mencetak dan benar-benar asli dari Port Numbay,” ujar Kepala Dinas Perindagkop Kota Jayapura, Robert L N Awi kepada Jubi, Jumat (13/11/2015)

Robert mengaku akan turut mematenkan 18 hingga 20 motif Port Numbay hasil karya dalam lomba cipta motif Port Numbay yang digelar selama tiga hari pada 10-13 November 2015 lalu di Aula Sian Soor, Pemerintah Kota Jayapura.
“Hasil motif ini semua kita patenkan atas nama kampung masing-masing. Sehingga kalau dicetak dengan jumlah banyak dan dijadikan komersil masyarakat kampung akan punya hak didalamnya. Selain itu hasil paten ini tidak bisa sembarangan dicetak, tanpa ijin mereka,” tegasnya.

Iapun tidak menampik akan adanya upaya mematenkan motif yang telah tersebar luas, tetapi dirinya lebih fokus memproteksikan motif per kampung dari 14 kampung yang ada di Port Numbay.
“Inilah upaya kita untuk memperkenalkan motif-motif khas dari Port Numbay, selain itu pihaknya juga mempersiapkan aksesoris lainnya seperti cinderamata khusus dari Port Numbay,” lanjutnya.

Sementara itu, pengamat Budaya Port Numbay, Rudi Mebri mengakui upaya mematenkan motif Port numbay adalah langkah maju dari Pemerintah Kota Jayapura guna memproteksi khasanah budaya dan adat Port Numbay.
“Jika ini bisa dikembangkan tentunya itu merupakan suatu hal yang luar biasa,” lanjutnya.

Iapun berharap ada pembicaraan khusus dengan para-para adat sebelum di perkenalkan ke publik. Sebab bagi adat, motif, ukiran, lagu ataupun nyanyian itu mempunyai filosofi tersendiri dan tiap kampung akan saling menghormatinya. “Kalau tidak tentunya akan menjadi permasalahan tersendiri, apalagi diluar. Itulah kebesaran dan teritorialnya para-para adat. Kebesaran dari para ondoafi, kepala suku,” tegas Rudi Membri yang juga Ketua Pemuda Port Numbay. (Sindung Sukoco)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkot Jayapura bantu Patenkan Motif Port Numbay