Dipicu Raskin, PNS Rusaki Fasilitas Kantor

share on:
Kantor Kampung Wesagenya - Jubi/ Wesai
Kantor Kampung Wesagenya – Jubi/ Wesai

Wamena, Jubi – Seorang oknum PNS berinisial M di kampung Wesagenya, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Papua merusaki kantor kampung. Ia memecahkan kaca jendela, pintu dan beberapa fasilitas di dalam kantor. Tindakan M diduga karena tidak menerima jatah beras untuk orang miskin (raskin).

“Ini gara-gara beras, sering kampung kita dapat dua ton atau satu ton. Kebetulan bulan ini kita dapat satu ton. Jadi, pembagian sesuai kesepakatan, setiap RT itu 10 sak, aparat kampung 2 sak, kepala kampung 4 sak. Kalau 2 ton dibagi per RT itu masing-masing 22 sak,” kata Kaur Umum Kampung Wesagenya, Laorens Lagoan ketika ditemui Jubi, di Wesagenya, Senin (16/11/2015).

Pembagian beras tersebut dilakukan pada Kamis pekan lalu. PNS berinisial M itu tak mendapatkan jatah. Karena itu, ia lantas merampas beras milik kepala kampung sebanyak satu sak.

“Sudah bagi aman, tapi Pak M masuk dan bawa keluar satu sak beras milik kepala kampung. M itu guru. Dia bilang kantor ini nanti ditutup, saya bilang nanti kita selesaikan,” katanya lagi.

Ia bahkan tak mengetahui alasan berubah-ubahnya alokasi raskin tiap bulan. “Itu dari atas turun, jadi kami terima saja, sering satu ton, juga 2 ton,” katanya.

Keesokan harinya, Jumat, 13 November 2015, pelaku memalang kantor kampung dan merusaki pintu beserta jendela pada Sabtu, 14 November 2015.

“Malam minggu kaca-kaca semua sudah turun 5 jendela depan kaca habis, pintu juga bongkar. Beras 7 sak di dalam juga dong (mereka: red) ambil, tapi beras ini kita belum pastikan mereka yang ambil atau bukan. Satu unit laptop dalam kantor juga dibanting di lantai. Parahnya lagi katanya mereka mabuk. Ini yang nanti kita proses kenapa mabuk baru datang. Pelakunya sekitar 7 orang semua mabuk,” katanya.

Tokoh masyarakat setempat, Wene Haluk menuturkan, pembagian beras tersebut sudah sesuai prosedur yang berlaku, tetapi oknum M dan kawan-kawannya tidak menerima hal itu.

“Jumlah RT kita ada empat, kalau beras datang 2 ton, ya kita bagi 22 sak per RT. Sekarang satu ton jadi kita bagi 10 sak tiap RT. Orang-orang ini sering tidak mengerti, kita ini ‘kan hanya terima, mau satu ton ka, dua ton ka kalau turun, ya kita terima,” kata Wene.

“Kami juga tidak tahu kenapa bisa satu ton dan dua ton. Padahal kalau kita bagi per KK (kepala keluarga) mau dapat berapa paling hanya 5 kilo atau 7 kilo per KK, tapi rebut sekali orang-orang ini,” katanya lagi.

Jendela bagian depan kantor kampung sebanyak lima buah pecah akibat ulah oknum tersebut. Tulisan 10 Program PKK juga dirusaki. Sedangkan pintunya dijebol. (Wesai H.)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dipicu Raskin, PNS Rusaki Fasilitas Kantor