Legislator: Dimana Keadilan Hukum Dalam Insiden Tolikara?

share on:
Legislator Papua dari Dapil Tolikara dan Sekitarnya, Orwan Tolli Wone - Jubi/Arjuna
Legislator Papua dari Dapil Tolikara dan Sekitarnya, Orwan Tolli Wone – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Proses hukum insiden Tolikara, 17 Juli 2015 lalu yang kini memasukan tahapan persidangan dengan terdakwa dua pemuda GIDI JW dan AK menuai reaksi dari legislator Papua dari Dapil Tolikara dan sekitarnya, Orwan Tolli Wone.

Ia mempertanyakan keadilan dan penegakan hukum dalam insiden itu. Katanya, mengapa hanya dua pemuda GIDI yang diproses hukum bagaimana dengan pelaku penembakan yang melukai 11 warga sipil dan mengakibatkan satu lainnya meninggal dunia.

“Dimana keadilan hukum dalam insiden Tolikara? Kenapan hanya dua pemuda GIDI yang diproses hukum. Bagaimana nasib 11 warga yang tertembak dan satu meninggal dunia. Ini tak adil. Penegakkan hukum penuh rekayasa, diskriminasi dan tak adil. Saya ingin kedua pemuda GIDI yang kini jadi terdakwa segera dibebaskan,” kata Orwan via teleponnya Senin (16/11/2015) petang.

Menurutnya, pihak GIDI dan umat muslim di Tolikara telah sepakat berdamai, sehingga proses hukum kedua pemuda GIDI tak perlu dilanjutkan.

Ia khawatir, jika proses hukum berlanjut, akan menimbulkan reaksi di masyarakat. Padahal, pasca insiden itu, kondisi Tolikara sudah kembali seperti semula. Tak ada lagi gesekan di masyarakat. Pemkab Tolikara juga sudah membangun kembali musholla dan kios yang terbakar, serta memberikan modal usaha kepada pemilik kios.

“Bupati Tolikara, Presiden dan tokoh GIDI dan berbagai pihak lainnya sudah berupaya sehingg kondisi Tolikara bisa kembali kondusif. Jika kasus ini berlanjut, patut dipertanyakan ada apa dibalik itu. Ini kepentingan siapa. Apakah murni penegakan hukum, atau ada kepentingan lain,” ucapnya.

“Saya khawatir ini akan menimbulkan masalah baru di masyarakat. Padahal kondisi Tolikara kini sudah aman. Jangan lagi memperkeruh suasana,” katanya lagi.

Legislator Papua lainnya, Laurenzus Kadepa menilai proses hukum insiden Tolikara terkesan diskriminasi, tak adil, dan penuh rekayasa. Katanya, para penegak hukum sibuk memperkarakan dua pemuda GIDI yang sangat tak masuk akal jikamereka ikut memprovokasi dan lain-lain. Padahal keduanya bukan siapa-siapa.

“Bagaimana dengan nasib 11 warga GIDI yang kena tembak dan satu meninggal dunia oleh amunisi yang diduga berasal dari senjata aparat keamanan. Penegakkan hukum penuh rekayasa, diskriminasi dan tak adil. Sangat tidak adil,” kata Kadepa. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator: Dimana Keadilan Hukum Dalam Insiden Tolikara?