Baru 65 Persen Warga Kota Jayapura Konsumsi Obat Filariasis

share on:
Penyakit filariasis(pembesaran kantong zakar) tampak terlihat pada pria dewasa di Distrik Kirihi Kabupaten Waropen(foto:ist/jubi)
Penyakit filariasis(pembesaran kantong zakar) tampak terlihat pada pria dewasa di Distrik Kirihi Kabupaten Waropen(foto:ist/jubi)

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Arif D Darmanto mengatakan cakupan minum obat Filarias di Kota Jayapura sudah mencapai 65 persen. Obat Filariasasi atau kaki gajah yang diberikan secara gratis. “Coverage minum obat kita sudah melebihi 65 persen,” ujar Arif.

Meski didemikian, masih banyak masyarakat Kota Jayapura yang tidak mengambil obat di puskesmas, pustu ataupun klinik terdekat. Padahal sangat penting demi kesehatan masyarakat itu sendiri.

“Yang saya tangkap bagi warga yang disekitarnya tidak terkena Filariasis sangat enjoy padahal seharusnya bukan hanya warga sekitar akan tetapi satu kota/kabupaten ini harus mengkonsumsi untuk mencegah penularan, sebab inkubasi penyakit ini sangat lama sehingga mereka tidak rasa tiga tahun baru akan terasa,” lanjutnya.

Selanjutnya, ia mengemukakan, ada beberapa syarat yang harus dilihat seperti bayi umur kurang dua tahun, wanita hamil, menyusui dan orang sakit tidak bisa meminum obat tersebut.

Untuk penderita Filariasisi, Dinkes Kota Jayapura mencatat kurang lebih ada 21 orang terjangkit Filariasis di daerah Koya. “Kami berharap semua akan meminum obat Filariasis untuk mencegahnya. Kedepan kami akan lihat bagaimana pelaksanaannya di lapangan,” lanjutnya.

Sebelumnya di media ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, Aloysius Giyai, mengatakan pihaknya menggelar minum obat Filariasis atau Kaki Gajah secara serentak pada 1 Oktober 2015 mendatang.

Kegiatan tersebut melibatkan 3000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Kota Jayapura, dan akan difokuskan di halaman Kantor Gubernur Papua setelah apel pagi dan akan dilanjutkan ke masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Papua.

“Gubernur Lukas Enembe yang akan mengawali minum obat tersebut dan dilanjutkan oleh saya sendiri dan PNS lainnya,” kata Aloysius Giyai di Kota Jayapura.
Ia menambahkan, dimasing-masing kabupaten/kota di Papua, akan menyelenggarakan minum obat Filariasis dan dilanjutkan ke seluruh Puskesmas yang ada dimasing-masing kabupaten/kota tersebut.

“Seluruh masyarakat di masing-masing kabupaten/kota di Papua harus minum obat Filariasis, kita sudah mendahului pencanangan minum obat Filariasis di Kabupaten Nduga setelah acara peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit tipe D pratama di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga pada Rabu (16/9/2015) lalu,” katanya.

Lanjutnya, tindakan itu bertujuan untuk mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran penyakit Kaki Gajah di seluruh pelosok Papua khususnya di Provinsi Papua. (Sindung Sukoco)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Baru 65 Persen Warga Kota Jayapura Konsumsi Obat Filariasis