60 Persen Lahan Pertanian di Distrik Semangga Gagal Panen

share on:
petani
Para petani di Kampung Kuper, Distrik Semangga. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kepala Distrik Semangga, Rekianus Samkakai mengatakan, setelah terjadi kemarau panjang beberapa bulan terakhir, mengakibatkan tanaman padi milik petani di 10 kampung, mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Hal itu disampaikan Rekianus kepada Jubi di Kampung Marga Mulya Kamis (19/11/2015). Dikatakan,

Hanya 40 persen areal persawahan petani bisa memberikan hasil padi. Itupun tidak maksimal, akibat kekurangan air. Sedangkan 60 % gagal total, akibat kekurangan air dan panas berkepanjangan.

“Hasil pantauan saya yang bisa panen dalam musim tanam kedua adalah di Kampung Muram Sari, Marga Mulya serta Semangga Jaya. Sedangkan tujuh kampung lain, sama sekali terjadi kekeringan dan tanaman mati,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, demikian Rekianus, telah melakukan berbagai upaya normalisasi saluran drainase yang ada. Namun, kenyataannya debit air sangat kurang, sehingga semua areal persawahan tak mendapatkan jatah air.

“Ya, pemerintah sudah berusaha semaksimal dengan menurunkan alat berat guna melakukan normalisasi drainase yang ada, tetapi kondisinya tidak berubah juga. Hanya beberapa kampung bisa memanen, tetapi hasilnya-pun tidak maksimal,” katanya.

Rekianus mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa hektar lahan yang gagal. “Memang ada datanya, tetapi ada di kantor. Sehingga saya tak bisa merincikan secara detail,” tuturnya.

Salah seorang warga di Kampung Kuprik, Distrik Semangga, Marlina menuturkan, lahannya seluas empat hektar lahan padi semuanya mati akibat kemarau panjang. “Kami sedang mengalami kesulitan sekarang. Sehingga mau tidak mau, harus membeli raskin juga untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari,” tuturnya. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  60 Persen Lahan Pertanian di Distrik Semangga Gagal Panen