Sopir Pengangkut Lima Kubik Kayu Ilegal Terancam Lima Tahun Penjara

share on:
Ilustrasi Kayu Ilegal yang Disita Polda Papua - Jubi/Doc
Ilustrasi Kayu Ilegal yang Disita Polda Papua – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Penyidik Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua menetapkan PW (24), sopir truk pengangkut lima kubik kayu illegal sebagai tersangka. Warga Jalan Baru Kompleks Pasar Yotefa Abepura RT 005 RW 006, Kelurahan Waimhorock, Kota Jayapura itu terancam pidana 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 2,5 miliar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin mengatakan, PW dijerat pasal 88 Ayat 1 huruf a Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Hingga kini penyidik masih memerikan beberapa saksi untuk mengetahui aktivitas ilegal loging yang dilakukan PW. Tersangka mengaku kayu yang ia angkut tak dilengkapi dokumen resmi. Dia sekarang ditahan di Polda Papua,” kata Patrige, Kamis (19/11/2015).

Menurutnya, kepada penyidik PW mengaku kayu merbau itu ia beli dari seorang warga Kampung Ubiau, Distrik Arso, Kabupaten Keerom berinisal IN seharga Rp. 10 juta. Kayu itu rencanya akan dijual ke wlayah Koya Barat, Kota Jayapura dengan harga lebih mahal.

Sebelumnya, Tim Sub Direktor Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua menangkap PW di Kampung Tami, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Rabu (18/11/2015) sekira pukul 19:30 WIT.

Sumber Jubi yang tak mau disebutkan namanya via pesan siangkatnya mengatakan, truk yang dikemudikan PW kala itu mengangkut 68 batang kayu besi (merbau). Ketika diperiksa, yang bersangkutan tak bisa menunjukkan dokumen resmi.

“Barang bukti yang disita satu unit truk warna kuning dengan nomor polisi K 1975 BH dan 68 batang atau kurang lebih lima kubik kayu besi,” kata sumber yang tak mau disebutkan namanya itu, Rabu (18/11/2015) malam. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sopir Pengangkut Lima Kubik Kayu Ilegal Terancam Lima Tahun Penjara