Anak-anak SD Inpres 688 Perumnas II Waena, Presentase Marine Debris

share on:

Jayapura, Jubi-Anak-anak SD Inpres Perumnas II, Waena Kota Jayapura hampir sebulan menjalankan kegiatan membersihkan pantai di Hamadi dan pantai Base G. Kegiatan ini berjalan setiap Sabtu(24/10/2015) sampai dengan Sabtu (31/10/2015) dan presentase pada Sabtu (14/11/2015). Presentase anak-anak sekolah soal apa itu Marine Debris dan masalah lingkungan lainnya dalam menjaga kebersihan.

“Kami dari Yayasan Sagu selalu melakukan program yang benar-benar sudah dikerjakan dan dilakukan sesuai rencana,”kata Direktur Yayasan Sagu Papua, Tisa Rumbewas, Sabtu(14/11/2015).

Dia menambahkan kegiatan Marine Debris merupakan salah satu program bagi anak-anak untuk menjaga dan mencintai kebersihan lingkungan.

Koordinator Program Marine Debris, Lusi mengatakan kegiatan ini untuk memberikan motivasi dan pengetahuan anak-anak serta menambah wawasan mereka. “Kegiatan ini juga berlangsung setiap sabtu dan anak-anak sendiri yang mengumpulkan serta memilah-milah sesuai dengan jenis-jenis sampah di Base G maupun Pantai Hamadi,”katanya seraya menambahkan kegiatan ini khusus melibatkan anak-anak kelas IV-V dan VI SD Inpres 688 dan anak-anak dari sekolah lainnya seperti SD Advent Padangbulan.

Setiap kelompok terdiri dari lima atau empat orang sesuai dengan nama jenis-jenis biota laut sebab kata Lusi, kegiatan Marine Debris ini adalah bagaimana menjaga kebersihan pantai agar biota laut tidak mati akibat sampah dari manusia atau pun warga kota.

Pantauan Jubi saat di Pantai Base G dan Pantai Hamadi anak-anak melakukan pengumpulan sampah-sampah (collect) dan kemudian sortir atau memilah-milah sesuai jenis-jenisnya mulai dari botol, pecahan beling, plastic, botol plastic, kayu dan punting rokok. Hasil memilah data-data sampah meliputi tali, karet (sandal),kayu, plastic dan botol kaca.

Dari presentase sederhana yang dilakukan setiap kelompok ternyata sampah terbanyak di Pantai Base G meliputi pecahan botol dan plastic sedangkan di Pantai Hamadi juga plastic dan punting rokok. Anak-anak mulai menjelaskan dalam presentase mereka apa itu Marine Debris?

Menurut pemahaman mereka Marine Debris adalah kumpulan sampah yang terdapat di pantai atau laut. Lalu apa dampak dari Marine Debris? Anak-anak dari setiap kelompok menjawab pantai kotor dan tidak indah dan hewan-hewan laut mengalami kematian serta terancam punah.

Ada pula yang menjawab Marine Debris adalah sampah-sampah yang menyebabkan kematian pada biota laut akibat ulah manusia. Dampak Marine Debris yaitu kematian pada biota laut dan pantai terlihat kotor.

Tak lupa pula anak-anak memberikan solusi tentang Marine Debris antara lain, pertama angkat sampah-sampah dan benda-benda bekas yang kita lihat. Kedua buanglah sampah pada tong-tong sampah yang telah tersedia di pantai. Ketiga membiasakan diri untuk menggunakan botol minuman.

Kepala Sekolah SD Inpres 688 Perumnas II Waena, Kota Jayapura Nursaida Tambunan mengaku terharu dengan inisiatif yang dilakukan Yayasan Sagu untuk mengajak anak-anak untuk mencintai lingkungan termasuk Debris Marine. Apalagi kata dia anak-anak melakukan presentase dengan baik dan jelas.”Kita di SD Inpres 688 juga melakukan pemanfaatan sampah plastic dan membuat pohon natal dari plastic,”katanya.

Asmawati dan Heriana Nirigi kedua orangtua murid sangat bangga karena anak-anak bisa terjun langsung ke lapangan membersihkan sampah sehingga lokasi tampak indah dan bersih.(Dominggus Mampioper)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Anak-anak SD Inpres 688 Perumnas II Waena, Presentase Marine Debris