Kadisnaker: Perusahaan Jangan PHK Karyawan

share on:
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua, Yan Piet Rawar - Jubi/Alex
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua, Yan Piet Rawar – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2015 menjadi Rp 2.435.000, perusahaan diminta tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua, Yan Piet Rawar, di Jayapura, Minggu (22/11/2015), mengatakan jika ada perusahaan yang tidak mampu menerapkan UMP, silakan mengajukan surat usulan penangguhan upah pada kabupaten/kota.

“Jika ada perusahaan yang tidak menerapkan, dapat mengajukan alasan ketidakmampuan membayar upah, sehingga pemerintah bisa mempertimbangkan izin penangguhan. Jangan lakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan,” katanya.

Rawar menjelaskan UMP hanya sebagai jaring pengaman agar pekerja tetap bekerja dan perusahaan tetap berjalan. Sementara tanggung-jawab yang dilakukan pemerintah adalah bagaimana struktur segala upah dapat diimplementasikan pada semua perusahaan.

“Hal ini dilakukan agar ada kesejahteraan bagi pekerja yang bekerja dalam perusahaan tersebut,” ucapnya.

Menanggapi itu, Rawar berharap setiap perusahaan bisa menerapkan struktur skala upah, sehingga karyawan yang sudah bekerja dengan masa tertentu dan memiliki kualifikasi pendidikan serta kompetensi tertentu, harus mengalami peningkatan.

“Dengan penetapan upah menjadi dasar untuk mendongkrak peningkatan upah, dengan harapan ada peningkatan yang signifikan bagi pekerja di Papua,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Nurhaidah, Jumat (20/11), mengatakan pihaknya menolak penetapan UMP Papua 2016 oleh Gubernur Papua sebesar Rp 2,435 juta atau naik 11 persen dari tahun sebelumnya.

“Pada prinsipnya 11 persen itu cukup bagi kami, tapi tidak sesuai dengan KHL. Kami melihat penetapan ini hanya sepihak. Kami sebagai anggota pengupahan tidak dilibatkan untuk bicara dengan Gubernur, itu yang kami sayangkan,” kata Nurhaidah. (Alexander Loen)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kadisnaker: Perusahaan Jangan PHK Karyawan