Kemenpan-RB: Putra/Putri Papua Kategori Formasi Khusus Pegawai ASN

share on:

Jakarta, Jubi/Antara – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan yang dimaksud formasi khusus pegawai ASN dalam Peraturan Menteri PANRB No. 26/2014, adalah selain formasi putra/putri lulusan terbaik, yakni formasi untuk sarjana mengajar di tempat terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T); formasi untuk atlet dan pelatih berprestasi; formasi untuk putra/putri Papua; serta formasi disabilitas.

Kemenpan-RB menekankan seluruh sarjana lulusan terbaik (cumlaude) tetap menjalani tes jika ingin menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Putra/putri lulusan terbaik atau cumlaude tetap mengikuti seleksi sesuai aturan tapi seleksinya sesama lulusan cumlaude ,” kata juru bicara Kemepan-RB, Herman Suryatman, di Jakarta, Senin (23/11/2015).

Herman mengatakan Menteri PAN-RB, Yuddy Chrisnandi, memberikan apresiasi kepada para putra/putri lulusan terbaik untuk bergabung menjadi PNS melalui proses pengadaan sesuai aturan, guna meningkatkan kualitas dan performa SDM aparatur negara.

Namun kata Herman, seleksi CPNS dari sarjana cumlaude akan didasarkan kepada peraturan perundang-undangan dan mempertimbangan kebutuhan objektif hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja dalam kerangka peningkatan kualitas birokrasi pemerintahan.

“Apa yang digariskan Menpan sejalan dengan semangat meritokrasi sebagaimana diatur dalam UU ASN. Pola rekrutmen PNS dari sarjana lulusan terbaik berbasis kualifikasi dan kompetensi, sehingga tidak sembarangan, tetap ada proses dan mekanisme yang harus ditempuh,” ucapnya.

Menurut Herman, seleksi putra putri lulusan terbaik tersebut, tetap memperhatikan aspek legalitas. Dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 26 Tahun 2014 tentang Formasi Khusus ASN Kementerian-Lembaga TA 2014, yang dimaksud formasi untuk putra/putri lulusan terbaik adalah lulusan dari perguruan tinggi Terakreditasi A dan Program Studi Terakreditasi A; dan atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; serta predikat lulusan cumlaude/dengan pujian.

Dia menekankan proses seleksi akan berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel.

“Kami jamin 100 persen tidak mungkin lulusan perguruan tinggi yang tidak terakreditasi sesuai ketentuan, bisa masuk,” kata Herman.

Selain kriteria objektif di atas, teknis pelaksanaan pengadaan formasi putra/putri lulusan terbaik, nantinya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta panitia seleksi nasional, baik terkait tata cara seleksi maupun persyaratan administratif lainnya.

“Secara umum, pelaksanaan pengadaan ASN dari jalur formasi untuk putra/putri lulusan terbaik, sama dengan dari jalur umum. Ada passing grade-nya juga. Yang membedakan hanya persyaratan administratif serta kepesertaan seleksi, yakni dikompetisikan sesama lulusan terbaik,” katanya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kemenpan-RB: Putra/Putri Papua Kategori Formasi Khusus Pegawai ASN