Manajemen Pegelolaan Obat, Dinkes Papua Siap Jadi yang Terbaik

share on:
Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giay - Jubi/Alex
Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giay – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Meskipun dinilai selalu menjadi terendah dalam pelayanan kesehatan oleh reset kementrian kesehatan dan kendala sistem pelelangan obat melalui e-catalog, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua siap ketiga terbaik tingkat nasional dalam manajemen pengelolaan obat.

“Upaya sosialisasi dan memberikan pemahaman hingga ke kabupaten/kota terkait obat telah dilakukan, bahkan obat semua sangat cukup di Papua, sebab jika ada logistik di kabupaten/kota habis minta langsung ke provinsi dan kalaupun kami habis kita minta ke pusat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giay kepada Jubi, Senin (23/11/2015).

“Kadang-kadang kelihatan yang kurang itu akibat dari kurang cepatnya komunikasi atau laporan dari daerah,” tambahnya.

Giay menegaskan bahwa untuk ketersediaan obat program seperti TB dan ARV selalu tidak kekurangan. “Kalaupun kurang itu karena komunikasi yang kurang saja,” tegasnya.

Upaya menggenjot ketersediaan obat itu juga terlihat dengan banyaknya kegiatan sinkronisasi, konsolidasi dan koordinasi kerja dari dinkes Papua kepada dinas kesehatan di kabupaten/kota yang ada.

”Kami harap itu akan terus kami perbaiki tidak hanya obat akan tetapi pelayanan kesehatan yang ada,” kata mantan Direktur RSUD Abepura, Papua itu.

Sementara itu, stok obat medio November 2015 di Dinas Kesehatan Kota Jayapura diprediksi mencapai hingga April 2016.

“Itu pun juga belum ditambahkan dengan pengadaan tahun 2015 yang saat ini berdatangan. Jadi, kalkulasinya sampai dengan triwulan ketiga atau bulan Oktober 2016 atau hingga satu tahun kedepan aman,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Arif D Darmanto kepada Jubi, Kamis (19/11/2015).

Ketersediaan obat ini, kata Arif akan meng-cover layanan kesehatan di Kota Jayapura, seperti Puskesmas, Pustu dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 mendatang untuk obat, Arif mengungkapkan ada sebesart Rp 4 Miliar dan diharapkan pula ada tambahan dari pemerintah provinsi dan pusat. (Sindung Sukoco)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Manajemen Pegelolaan Obat, Dinkes Papua Siap Jadi yang Terbaik