Gerakan Bebas Hama dan Wajib Perawatan Kakao Dicanangkan

share on:
Wakil Gubernur, Klemen Tinal (kiri) ketika memberikan bantuan peralatan pertanian secara simbolis kepada salah satu anggota Gabungan Kelompok Tani Maju Mandiri di Kampung Kalisiu, Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis - Jubi/Engel Wally
Wakil Gubernur, Klemen Tinal (kiri) ketika memberikan bantuan peralatan pertanian secara simbolis kepada salah satu anggota Gabungan Kelompok Tani Maju Mandiri di Kampung Kalisiu, Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perkebunan Provinsi Papua mencanangkan ‘Gerakan Bebas Hama dan Wajib Perawatan Kakao’ di tujuh kabupaten dan kota di Papua.

Pencanangan ini dimulai dari Kampung Kalisiu, Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal dengan melakukan penandatanganan surat kesepakatan Gerakan Bebas Hama, Kamis (26/11/2015).

Wakil Gubernur Provinsi Papua dalam sambutannya mengatakan bahwa pencanangan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah provinsi kepada para petani kakao untuk mengembangkan usaha kakao di daerah masing-masing.

“Inilah bentuk kemandirian yang kita maksudkan. Petani bisa mandiri di atas tanahnya sendiri dan menikmati apa yang ditanamnya. Memang kita harus akui bahwa pengembangan kakao saat ini sedang dalam permasalahan besar, seperti terserang hama. Tetapi juga masih minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap hal ini, oleh sebab itu dengan pencanangan kali ini diharapkan ada gerakan untuk maju dari yang sebelumnya,” kata Klemen Tinal.

Ia menegaskan, pemerintah daerah setempat harus melakukan pendampingan terhadap para petani kakao agar pengembangan kakao tidak sebatas pencanangan.

“Pemerintah Daerah Jayapura, Keerom, Sarmi, Nabire, Yapen, Biak dan Kota Jayapura harus melakukan pendampingan terhadap petani kakao, pendampingan tidak hanya sebatas di lahan saja, tetapi mendekatkan pasarnya. Sehingga benar-benar kakao menjadi produk unggulan di daerah ini,” tegasnya.

Ia juga mengharapkan agar semua stakeholder bersama-sama melaksanakan gerakan yang telah dicanangkan bagi tujuh kabupaten dan kota di Papua tersebut.

“Ini bukan saja tugas dinas perkebunan, tetapi kita semua harus terlibat di dalam gerakan ini. Untuk itu saya menghimbau kepada semua masyarakat agar turut bersama-sama dalam menyukseskan gerakan bebas hama dan wajib merawat tanaman kakao,” tuturnya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Jhon Nahumury mengatakan bahwa langkah pertama yang dilakukan pihaknya adalah mengajak semua instansi teknis di setiap daerah untuk turut melaksanakan pencanangan ini sebagai gerakan bersama.

“Gerakan ini hari dilakukan secara bersama, dengan demikian apa yang kita harapkan dari pengembangan tanaman kakao di daerah ini dapat berjalan dengan baik. Kita ambil contoh saat ini daerah pegunungan yang lagi trend dengan kopi, kopi mulai terkenal dari daerah pegunungan karena adanya gerakan bersama ini,” tandasnya.

Dalam pencanangan tersebut Wakil Gubernur menyumbangkan 20 unit mesin babat dan 2 unit kendaraan pick up bagi gabungan Kelompok Tani Kakao Maju Mandiri di Kampung Klaisiu. (Engel Wally)

 

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gerakan Bebas Hama dan Wajib Perawatan Kakao Dicanangkan