Lagislator : Informasi Kejadian Mbuwa Jangan Dijadikan Proyek

share on:
Ibu-ibu dan anak-anak mereka di Yahukimo, Pegunungan Tengah Papua - Jubi/Victor Mambor
Ibu-ibu dan anak-anak mereka di Yahukimo, Pegunungan Tengah Papua – Jubi/Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Informasi meninggalnya puluhan anak di Distrik Mbuwa, Kabupaten Nduga yang hangat diberitakan berbagai media massa dalam dua hari terakhir ditanggapi legislator Papua, Laurenzus Kadepa.

Ia mengatakan, jangan menjadikan informasi itu sebagai proyek untuk kepentingan pihak atau kelompok tertentu. Semua pihak harus menahan diri dan tak mengeluarkan pernyataan-pernyataan memperkeruh suasana sebelum ada verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kebenarannya.

“Jangan jadikan informasi itu proyek. Harus ada verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kebenarannya baru bisa berkomentar. Pemprov Papua harus segara bertindak dan memastikan apakah kejadian itu benar atau tidak. Kalau benar, apa penyebabnya,” kata Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Kamis (26/11/2015).

Menurutnya, pemerintah provinsi dan pusat harus menseriusi kabar itu. Katanya, kebenaran informasi tersebut harus dipastikan. Jika benar, harus cari tahu apa penyebabnya.

“Pengakuan bupati sendiri dia dapat informasi dari Mabes Polri. Ini berarti fungsi manajemen kontrol dibidang kesehatan di sana harus dibenahi. Yang membuat saya heran kenapa kadis kesehatan Nduga tak bicara sejak beberapa waktu lalu, atau pasca kejadian, kalau memang itu benar. Kenapa dia baru menyampaikan informasi itu ke media beberapa hari lalu,” ucapnya.

Katanya, informasi seperti itu harus diverifikasi kebenarannya. Apalagi ini menyebut puluhan anak meninggal dunia. Beberapa tahu lalu, diinformasikan di Yahukimo terjadi kelaparan dan ada warga meninggal dunia. Tapi akhirnya kabar itu reda dengan sendirinya.

“Namun kalau kejadian Mbuwa benar, berarti itu seolah menjadi ancaman pemusnahan etnis Papua,” katanya.

Bupati Nduga, Yairus Gwijangge mengatakan, Kepala Dinas Kesehatan Nduga yang melaporkan data kematian tak pernah ada di TKP. Untuk memastikan kematian ini Bupati Kabupaten Nduga bersama aparat Jajaran Kepolisian Polres Jayawijaya yang dipimpin langsung Kapolres Jayawijaya Rabu, (25/11) terjun ke distrik Mbua Kabupaten Nduga.

“Selama ini saya selalu monitor SSB, tapi saya belum pernah dapat laporan tentang kematian ini. Tapi masalah ini baru kemarin saya dengar, itupun saya dengar langsung dari pusat, tidak dari daerah. Ini Langsung dari Mabes Polri saya dengarnya,” ujar Bupati Nduga Yairus Gwijangge sehari sebelumnya.

Katanya, data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan setempat harusnya dibuat setelah terjun ke lapangan. Katanya sebelum informasi disebar harus disertai bukti lapangan.

“Jadi laporan ini pun Kepala Dinas saya boleh katakan sementara belum ada ditempat. Mereka ada ikut Raker provinsi lalu berita itu hanya muncul saja di provinsi, lalu membesar, kita jadi kaget,” ucapnya. (Arjuna Pademme)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lagislator : Informasi Kejadian Mbuwa Jangan Dijadikan Proyek