Pembubaran Parlemen Menambah Kesengsaraan Vanuatu

share on:
Kenneth Natapei- RNZI / Hilaire Bule
Kenneth Natapei- RNZI / Hilaire Bule

Jakarta, Jubi – Seorang anggota parlemen oposisi di Vanuatu mengatakan pembubaran Parlemen menambah masalah negara pada saat ini.

Anggota parlemen oposisi mengatakan mereka akan menantang pembubaran yang dibuat pada hari Selasa oleh Presiden Vanuatu Baldwin Lonsdale.

Presiden Lonsdale mengatakan keputusannya didasarkan pada kegagalan Parlemen dalam menyelesaikan kebuntuan politik menyusul pemenjaraan 14 anggota parlemen Pemerintah atas kasus penyuapan bulan lalu.

Pembubaran tersebut membuka jalan bagi pemilihan sela pada akhir Januari.

Kenneth Natapei terpilih sebagai anggota parlemen untuk Port Vila bulan lalu dalam pemilihan sela mengikuti meninggalnya sang ayah, Edward Natapei. Namun ia belum resmi dilantik, karena keengganan pemerintah minoritas yang dipimpin Sato Kilman untuk mengadakan Parlemen.

Natapei mengatakan pembubaran akan mempengaruhi negatifnya ni-Vanuatu: “Karena kita berada dalam bencana pada saat ini dengan El Nino dan efek dari siklon Pam. Dan kami telah menghabiskan banyak uang untuk menjalankan pemilu dan kemudian Presiden telah memutuskan untuk membubarkan Parlemen, dan itu hanya menambah lebih banyak masalah bagi bangsa kita, dalam hal belanja,” kata Kenneth Natapei, mengutip Radio New Zealand, Kamis (26/11/2015).

Kenneth Natapei mengatakan pembubaran Parlemen merampas haknya sebagai anggota terpilih baru Parlemen dan lebih dari 4.000 pemilih yang memilih dia dalam pemilu bulan lalu. (Yuliana Lantipo)

Tags:
Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pembubaran Parlemen Menambah Kesengsaraan Vanuatu