Masih Banyak LO TV Kabel Ilegal di Papua

share on:
Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Papua, Iwan Solehudin – Jubi/Munir
Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Papua, Iwan Solehudin – Jubi/Munir

Nabire, Jubi – Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Papua, Iwan Solehudin, mengatakan masih banyak Lokal Operator (LO) Televisi (TV) kabel Ilegal yang beroperasi di Papua. Akibatnya KPID Papua kesulitan engawasi content yang beredar di masyarakat.

“Akibat LO yang illegal itu kita banyak dirugikan, karena kita tidak bisa mengawasi content yang beredar di masyarakat,” kata Iwan Solehudin di Nabire, Kamis (26/11/2015).

Konten yang dimaksud kata Iwan adalah kontent yang seharusnya tidak boleh ditayangkan, seperti yang mengandun unsur pornografi, kekerasan dan lain sebagainya.

Ia menambahkan, LO ilegal tersebut juga merugikan negara karena tidak membayar pajak, juga persaingan bisnis yang tidak sehat antara LO yang legal dan illegal.

“KPID tidak menginginkan persaingan yang tidak sehat itu, makanya kita berusaha untuk meminta membuat izin sehingga mudah untuk di kontrol,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Johni. M. Demetouw, Koordinator Bidang Perizinan KPID Papua menuturkan, hingga 2015, jumlah Perusahaan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang TV Kabel yang sudah terdaftar di KPID ada sebanyak 12 PT yang tersebar di seluruh Papua.

“Dari 12 PT tersebut, biasanya mereka terdiri dari gabungan beberapa LO legal, dan masing-masing PT jumlah LO nya bervariasi,” katanya.

“Ada yang 5, 10, 20, 28, 30 sampai 40 tergantung dari kesepakatan mereka, namun yang paling banyak ada di Merauke sampai 40 LO dalam satu PT,” katanya lagi. (Munir)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masih Banyak LO TV Kabel Ilegal di Papua