Danrem172/PWY: Amankan Dua Karung Ganja, Siap Dimusnahkan

share on:
Komandan Resort Militer (Dandrem) 172/PWY, Kolonel Inf. Sugiyono saat memberikan pengarahan di Kantor Bupati Keerom – Jubi/Roy Ratumakin.
Komandan Resort Militer (Dandrem) 172/PWY, Kolonel Inf. Sugiyono saat memberikan pengarahan di Kantor Bupati Keerom – Jubi/Roy Ratumakin.

  Jayapura, Jubi – Narkotika tidak terlepas dari pergaulan bebas yang terjadi di Kota Jayapura. Dengan masuknya narkotika jenis ganja dari negara tetangga Papua Nugini, membuat pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua harus bekerja ekstra keras untuk menggagalkan penyelundupan hingga memberantas salah satu penyakit masyarakat tersebut.   Untuk mengantisipasi peredaran Narkotika, pihak BNN Papua pun mendapat sokongan dukungan dari pihak aparat keamanan khususnya TNI.  

Komandan Resort Militer (Danrem) 172/PWY, Kolonel Inf. Sugiyono mengaku pihaknya terus melakukan sweeping-sweeping kepada masyarakat yang ingin dan hendak ke wilayah perbatasan baik di perbatasan RI-PNG di Wutung dan  wilayah Kabupaten Keerom secara keseluruhan.

“Hal ini kami lakukan untuk mencegah masuknya barang haram tersebut masuk ke wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Kantor Bupati Kabupaten Keerom, Senin (30/11/2015).  

Sugiyono menambahkan, seluruh pasukannya selalu siap siaga dan membantu pihak Kepolisian dan juga BNN Papua untuk memberantas hal tersebut.

“Bukan hanya Narkotika tetapi minuman keras juga kami sita apabila kedapatan dalam sweeping tersebut,” ujarnya.

Disinggung tentang sudah berapa banyak barang haram tersebut disita oleh pihaknya. Sugiyono mengaku bahwa untuk minuman keras sudah banyak dan dirinya belum bisa pastikan berapa banyak namun untuk narkotika jenis ganja pihaknya sudah mengamankan sedikitnya dua karung.

“Kalau ganja sudah ada beberapa karung yang kami amankan, dan dalam waktu dekat saya akan berikan kepada Ko Ops untuk dimusnahkan di wilayah Kodam,” katanya.  

Sebelumnya, Kepala BNN Papua, Jackson Lapalongan, merasa prihatin bila narkotika tidak masuk dalam strategi penyelamatan generasi muda Papua.

“Narkotika penyakit yang sengaja dicari, bisa dilakukan oleh semua golongan masyarakat, mulai orang bodoh hingga kaum intelektual,” kata Lapalonga kepada wartawan.

Lapalonga menambahkan, Narkotika juga bisa menjadi penyebab kepunahan yang paling dahsyat, karena bukan hanya sakit dan mati saja, tapi bisa menjadi kriminal, Sumber Daya Manusia yang lemah, otomatis akan kalah bersaing dimasa depan.

“Karena malu, akibatnya kematian yang diakibatkan oleh Narkoti tidak di ekspos. Perlu dicatat, upaya pemerintah merehabilitasi penyalahguna yang dilaksanakan saat ini, adalah bukti dari kegagalan pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ujarnya. (Roy Ratumakin)  

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Danrem172/PWY:  Amankan Dua Karung Ganja, Siap Dimusnahkan