JOB Pertamina Petrocina Salawati Tingkatkan Produksi

share on:
Field Manajer JOB Pertamina Petrocina Salawati Hananto Aji (tengah), Kepala SKK Migas Papua-Maluku, Enrico C.P. Ngantun (kanan) - Jubi/Niko
Field Manajer JOB Pertamina Petrocina Salawati Hananto Aji (tengah), Kepala SKK Migas Papua-Maluku, Enrico C.P. Ngantun (kanan) – Jubi/Niko

Sorong, Jubi – Join Operating Body (JOB) Pertamina – Petrochina Salawati  yang beroperasi di Kabupaten Sorong dan Raja Ampat, Papua Barat meningkatkan produksi minyak mentah dalam kwartal kedua  per November 2015 pada dua wilayah kerja masing-masing Onshore sebesar 30.376 baret dan Offnshore 55.7710 barel hingga tanggal 27 November 2015. Hal itu setelah melakukan reaktivasi sumur TBA3 dab TBA4 di lapangan TBA Salawati  Papua Barat .

Total hasil penjualan gas hingga akhir bulan November 2015 kepada Perusahaan Daerah Kabupaten Sorong, yakni PT. MOW (Malamoi Olom Wobok ) dilaksanakan sejak tahun 2012 sebesar 4 MMSCFD.

Sementara  08 –IMMSCFD dijual kepada PT. MOW. JOB Pertamina–Petrochina Salawati  merupakan kontraktor yang melakukan kontrak kerja sama  (KKS) serta menjalankan proyek hulu migas milik negara dengan total  karyawan  JOB Pertamina  Petrocina Salawati  Matoa Filed berjumlah 187 orang, yang terdiri dari tenaga Kerja  Permanen, Staf 30 orang.  (Pertamina 3 orang, PetroChina 15 orang, JOB PPS 12 orng). Non Staff 30 orang (PetroChina 18 orang, JOB PPS 12 0rang). Man Power Sub Kontraktor ( PT.Elia Pratama 127 orang) laki-laki 125 orang dan peremuan berjumlah 2 orang.

Ring I JOB Pertamina PetroChina Salawati, onshore masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Sorong, terdiri dari 2 Distrik diantaranya, Distrik Salawati Selatan dan Distrik Salawati Tengah.

Distrik Salawati Selatan meliputi kampung Sailolof (Ibu kota Distrik), Kampung Dulbatan, Kampung Kotlol, Kampung Manoket. Sedangkan distrik Salawati Tengah, meliputi Kampung Waliam (Ibu kota Distrik), Kampung Duriankari, Kampung Mararol, Kampung Sakapul, Kampung Manfanim.

Filed Manager (JOB) Pertaminia-PetroChina Salawati, Hananto Aji mengatakan, dari total hasil pengeboran tersebut mengalami kenaikan pada tahun ini karena pihaknya terus mengupayakan pemanfaatan sumur-sumur lama yang ditinggalkan untuk melakukan pengambilan minyak sehingga dapat menambah kebutuhan produksi sesuai target yang diberikan oleh Pihak SKK Migas.

“Kami selalu mencari  produksi dengan memamfaatkan kembali sumur-sumur lama yang sudah tidak memproduksi beberapa tahun. Namun hasilnya cukup lumayan,” katanya.

Menurut dia, pihaknya tidak hanya memproduksi minyak, tetapi juga menjalin hubungan antara JOB Pertamina-PetroChina Salawati bersama pemerintah daerah setempat dengan membangun jalan Canal-Sailolof sejauh 27 Km di distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong, membangun balai-balai kampung di distrik Salawati Selatan dan Salawati Tengah, memberikan solar sell ke rumah-rumah ibadah di distrik Salawati Selatan dan Salawati Tengah, membantu renovasi dermaga atau jembatan kampung Waliam, Distrik Salawati Tengah, membantu renovasi dermaga kampung Folley, Distrik Misool Timur Kabupaten Raja Ampat, Partisipasi dalam kegiatan HUT TNI-Polri.

Sementara itu, Sumur TBA3 dan TBA4 merupakan sumur reatifikasi lepas pantai dan berada ±45 Km sebelah Barat Daya dari pantai Pulau Salawati. Reaktivasi dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2015. Sebelumnya, sumur TBA4 dan TBA3 sempat ditutup sementara karena berakhirnya kontrak sewa fasilitas produksi terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Brotojoyo. Reaktivasi dilakukan karena Lapangan TBA ini sebenarnya masih ekonomisuntuk diproduksikan.

TBA-4 dan TBA-3 sebelumnya ditutup sementara pada tanggal 4 Juni 2010 disebabkan berakhirnya kontrak sewa FPSO. Padahal, lapangan TBA tersebut masih ekonomis untuk diproduksikan. Saat ini FPSO Brotojoyo sudah beroperasi secara penuh. Fasilitas ini mampu menampung produksi minyak mentah sekitar 450.000 barel dan telah dilengkapi dengan kompresor untuk membantu pengangkatan produksi sumur TBA-3 dan TBA4 dengan cara gas lift. Perjalanan operasi migas diawali dengan step normal, yaitu dilakukannya, eksploirasi, eksploitasi, pengembangan dan produksi.

Dalam kurun waktu 25 tahun, JOB Pertamina PetroChgina telah memproduksikan minyak paling banyak pada tahun 1997 mencapai 8.000 barel minyak mentah per hari. Namun setelah itu mengalami penurunan disusul dengan penemuan-penemuan sumur baru yang rata-rata produksi mengalami peningkatan, bahkan menurun dalam tingkat produksi. Penurunan hasil produksi dipicu adanya sifat-sifat industri migas yang merupakan suatu sumber daya yang tidak terbarukan. Ketika adanya penemuan cadangan produksi secara alami, maka produksi lama akan menurun.

Kepala  SKK Migas  Papua Maluku, Enrico C.P. Ngantun mengatakan, melalui JOB Pertamina PetroChina Salawati memiliki dua wilayah kerja yang rata- ratanya menghasilkan kurang lebih 3.400-an barel per oil per hari.

“Kedua wilayah tersebut adalah wilayah darat (on Shore) dan wilayan laut (off Shore) yang berkedudukan di pulau dua Misol, Kabupaten Raja Ampat,” katanya.

Dari kedua wilayah tersebut, masing-masing on shore produksi mencapai 1.400 barel oil per hari, sedangkan off shore memproduksikan 2.000 barel oil per hari. JOB Pertamina PetroChina Salawati telah melakukan pengeboran sebanyak 54 sumur oil, namun yang masih aktif hingga saat ini tinggal 28 sumur oil. (Niko MB)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  JOB Pertamina Petrocina Salawati Tingkatkan Produksi