Ketua Adat Tota Mapiha: Hak Kami Dirampas!

share on:

Ketua Adat Daerah Istimewa Tota-Mapiha, Marthen Petenet Iyai (kiri), Fr. Aprianus Iyai bersama Utusan dari DAP di Mapiha-Dogiyai, Senin, 23 November 2015 - Jubi/Ernest

Dogiyai, Jubi – Ketua Adat Daerah Istimewa Tota Mapiha, Marthen Petenet Iyai mengatakan, pemerintah dan para investor, gereja dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) di Dogiyai, Papua harus tahu visi dan misinya masing-masing. 

Ia mengakui bahwa pemerintah dengan menggunakan kuasa hukum dan alat negara lainnya telah merampas hak-hak dasar orang asli Papua di Tota Mapiha. Meskipun UU No.21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Papua Barat telah berjalan selama 14 tahun di Papua, kata dia, pemerintah hingga kini belum mengimplementasikan substansi Otsus bagi rakyat dan alam Papua.

“Sejauh ini kami masyarakat biasa korban brutal. Jadi minoritas dan dibuat lemah dari pembangunan pemerintah di Dogiyai,” katanya kepada Jubi melalui sambungan telepon dari Dogiyai, Sabtu (28/11/2015).

Ia mengatakan, hak-hak kami rakyat Papua dalam segala aspek, termasuk hak milik tanah dan hak hidup terancam punah.

“Kami rakyat sudah tahu dan sadar, pemerintah dengan kebijakan Otsusnya bukan lagi jaminan bagi masa depan Papua. Pemerintah bikin semaunya saja, tanpa libatkan kami sebagai warga Indonesia dalam membangun Papua di setiap daerah,” katanya.

“Jadi pemerintah harus mau menghargai martabat setiap orang Papua di Tota Mapiha. Bahkan rakyat mesti diterima sebagai manusia citaan Allah,” lanjutnya.

Ketua Dewan Adat Daerah Tota-Mapiha, John Gobay mengatakan, masyarakat bersama pemerintah harus segera memelihara pohon kebenaran. Alam, hutan dan masyarakat Tota Mapiha diibaratnya sebagai pohon kebenaran yang nyaris retak. Oleh karena itu, pengurus dewan adat Tota Mapiha dipilih untuk menyelamatkan ‘keretakan’ tersebut.

“Misi dan visi kebenaran dan keselamatan bersama ini boleh dinyatakan secara komprehensif hanya jika ada persatuan universal. Oleh karena itu, diharapkan, pemerintah dan masyarakat harus bersatu untuk selamatkan alam dan manusia Papua di Tota Mapiha dari ancaman pemerintah dan para investor,” kata John Gobay. (Ernest)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ketua Adat Tota Mapiha: Hak Kami Dirampas!