Jelang 1 Desember, Latihan TNI Malah Bikin Resah Masyarakat Aimas

share on:
Ilustrasi TNI - IST
Ilustrasi TNI – IST

Jayapura, Jubi – Menjelang 01 Desember 2015 aparat keamanan diduga terus melakukan intimidasi dan teror kepada masyarakat.

Aktivitas TNI di pemukiman warga sipil di RT 05/RW02, Kelurahan Mariat Pantai, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong oleh TNI, Senin (30/11/2015) membuat masyarakat tak nyaman.

Ketua KNPB Sorong Raya, Kantius Heselo kepada Jubi, Senin (30/12/2015) melalui sambungan telepon mengatakan, ada sekitar 500 personil TNI yang beraktivitas di Aimas tanpa maksud yang jelas.

“Aktivitas anggota TNI dari markas militer Kodim 752 Sorong Kota dengan peralatan perang lengkap itu mengepung pemukiman warga masyarakat Aifat yang berdomisili di Distrik Aimas,” jelas Kantius Heselo.

Dikatakan Heselo, kehadiran aparat tersebut membuat warga setempat panik dan ketakutan, sehingga sebagian masyarakat mengungsi ke kota Sorong pada malam itu juga. “Kehadiran aparat dalam hal ini TNI di Distrik Aimas ini membuat warga masyarakat resah dan ketakutan,” ujarnya.

Anggota TNI tersebut, lanjutnya, didrop menggunakan truck milik TNI dari Kodim Kota Sorong.

“Kehadiran anggota TNI itu dengan alasan untuk antisipasi pengibaran bendera 01 Desember 2015 besok. Padahal masyarakat setempat tidak merencanakan kegiatan pengibaran bendera BK (Bintang Kejora) dan perayaan 01 Desember secara berlebihan,” jelasnya.

Juru Bicara KNPB Pusat, Bazoka Logo menegaskan, kehadiran anggota TNI tersebut membuat masyarakat sangat khawatir dan mengharapkan pantauan dari semua pihak yang peduli kemanusiaan di Papua.

“Karena masyarakat setempat takut dan trauma dengan peristiwa penembakan terhadap warga di Aimas Kabupaten Sorong pada tanggal 01 Juli, HUT OPM yang lalu,” tutur Logo.

Ia mengharapkan, aparat keamanan jangan selalu melihat masyarakat dengan sebelah mata saja tapi harus jeli melihat dengan sebaik-baiknya. “Itu warga biasa. Jangan selalu sangkakan mereka itu KNPB atau TPN. Kasihan ya sikap TNI dan Polri kolonial ini,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kapendam Cenderawasih XVII Papua, Kol. Inf Teguh Pudji kepada Jubi, Selasa (01/11/2015) mengatakan, 500 Personil TNI tersebut bukan mengepung masyarakat tapi mereka sedang latihan di tempat tersebut.

“Saya udah tanyakan, jadi kemarin itu hanya latihan saja.  Untuk perizinan kepolisian sudah, izin dari pemerintah juga sudah. Bukan kepung, itu latihan saja,” jelas Kol. Inf Teguh Pudji. (Abeth You)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jelang 1 Desember, Latihan TNI Malah Bikin Resah Masyarakat Aimas