KNPB Kecam Tindakan Aparat Polda Metro Jaya

share on:
Mahasiswa Papua yang ditahan di Mapolda Metro Jaya – Jubi

Jayapura, Jubi – Rakyat Papua Barat mengecam keras tindakan parat dibawah pimpinan Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Tito Karnavian, yang secara brutal emukul, menangkap ratusan mahasiswa Papua, dan menembak mahasiswa Niko Suhun.

“Kami juga mengecam Tito Karnavian yang merupakan aktor berbagai aksi teror di West Papua yang telah menewaskan banyak aktivis dan rakyat sipil Papua. Kekerasan terhadap gerakan demokratis mahasiswa ini sejalan dengan pernyataan Tito Karnavian bulan Oktober lalu, Polisi melanggar HAM itu boleh,” kata Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Victor Yeimo kepada Jubi, Selasa (1/12/2015).

Hari ini, ujar Yeimo, Tito Karnavian dan aparat kepolisian menyatakan kepada seluruh dunia tentang wajah kekerasan penguasa Indonesia yang sedang diterapkan di West Papua.

“Mengkondisikan opini publik dengan menjadikan 1 Desember sebagai momok yang berdarah-darah karena sudah berjalan tindakan penangkapan, penculikan, dan penembakan sebelum tanggal hari ini. Kasus penculikan di Sentani oleh Kopassus, kasus penodongan di Kota Raja oleh Brimob, hingga penembakan di Mamberamo dan Serui tadi malam adalah real militerisme yang terstruktur,” kata Victor.

Mantan juru bicara internasional KNPB Pusat ini menegaskan publik Indonesia dibodohi dengan pembohongan publik yang dilakukan para jenderal polisi lainnya, yakni Paulus Waterpauw yang membuat pernyataan para pembersih lapangan ibadah di Nabire mengibarkan bendera, lalu hari ini di Jakarta melalui media mengatakan alasan membubaran aksi karena mahasiswa membawa bendera bintang fajar.

“Inilah pembohongan yang dilakukan untuk memuluskan kepentingan ketenaran, jabatan, dan uang operasional TNI dan Polri. Inilah budaya para jenderal perusak kemanusiaan dunia yang harus dilawan oleh rakyat tertindas di Indonesia, maupun dunia tanpa batas keyakinan politik masing-masing,” katanya.

“Yang harus dipahami oleh siapapun adalah kebenaran sejarah tidak dapat dihilangkan dengan bedil senjata. Siapapun dan apapun gerakannya, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan ekspresi politiknya harus dilindungi oleh negara manapun di dunia ini,” katanya menambahkan.

Juru Bicara (Jubir) KNPB Pusat, Bazoka Logo, mengatakan rakyat West Papua di atas wilayahnya yang di mana kolonialisme dan kapitalisme telah meraup kepentingan ekonomi dari sumber daya alam Papua.

“Rakyat West Papua hari ini yang kau korbankan tidak berjuang untuk minta bagi hasil Freeport yang kau ributi hari demi hari dengan kerakusanmu yang menggila. Rakyat West Papua tidak butuh itu. Mereka berdiri di depan gedung-gedung mewah di Jakarta yang kau bangun dengan kekayaannya hari ini untuk tujuan menuntut hak politik yang kau curi 19 hari setelah deklarasi manifesto politik 1 Desember 1961,” kata Bazoka.

Ia menegaskan penjajah hari ini di atas negeri ini, aktivitas pemerintahan kolonialisme tidak berjalan alias libur bersama untuk memperingati dan menghormati hari dimana 54 tahun lalu kami medeklarasikan diri sebagai sebuah bangsa dan negara.

“Rakyat West Papua yang kau jajah dengan sesadar-sadarnya telah bersiap untuk menentukan nasib mereka sendiri. Tentu kau tidak akan berhasil menghalangi darah juang segenap rakyat West Papua yang semakin muak dengan tidakanmu. Dengan tidakanmu hari ini kau sendiri telah menyatakan kepada dunia bahwa kami bukan bagian dari bangsa Indonesia, tetapi benar bahwa kami bangsa Papua,” katanya. (Abeth You) 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KNPB Kecam Tindakan Aparat Polda Metro Jaya