Ahli WHO: Kesepakatan Kuat Iklim Penting Bagi Kesehatan Masyarakat Global

share on:
Logo WHO. Foto: twitter.com
Logo WHO. Foto: twitter.com

Paris, Jubi/Antara/Xinhua – Kesepakatan iklim yang mengikat dan memperlambat perubahan iklim global dapat membantu mencegah jutaan kematian setiap tahun, kata beberapa ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (2/12/2015), dalam satu taklimat di sisi konferensi iklim Paris.

“Orang cenderung berfikir kesepakatan ini adalah mengenai lingkungkungan hidup, mengenai perlindungan planet, mengenai perlindungan spesies. Namun pada kenyataannya itu juga mengenai kesehatan kita… Tindakan yang perlu anda lakukan guna memerangi perubahan iklim adalah campur tangan mendasar kesehatan masyarakat,” kata Maira Neira, Direktur Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Penentu Kesehatan Masyarakat (PHE) bagi organisasi itu.

Kematian yang dapat dihindari tersebut akan berasal dari dampak langsung perubahan iklim dan dari bahan pencemar udara yang juga membuat planet ini jadi hangat.

“Perubahan iklim merupakan ancaman dasar nyata bagi kesehatan di seluruh dunia,” kata Diarmind Campbell-Lendrum, juga pejabat PHE WHO.

“Berita baiknya adalah kita memiliki kesepakatan yang bagus dan kebijakan pengurangan yang bagus, kita akan menyelamatkan banyak uang serta banyak penanaman modal yang kini didedikasikan untuk merawat pasien yang menderita penyakit kronis dan sekarat akibat polusi,” tambah Neira.

WHO memperkirakan sampai 2030, perubahan iklim akan mengakibatkan tambahan 250.000 kematian setiap tahun akibat malaria, penyakit diare, sengatan udara panas dan kekurangan gizi.

Sementara itu, WHO juga memperkirakan lebih dari tujuh juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan polusi udara.

Pembicaraan iklim Paris pada Selasa (1/12/2015) memasuki tahap perundingan dasar, saat para perunding mulai mengubah itikad politik yang disampaikan para pemimpin mereka menjadi penyelesaian nyata dalam menghadapi bermacam pertikaian mengenai kesepakatan baru iklim.

Para pejabat dari 195 negara memiliki waktu satu pekan untuk merampingkan rancangan kesepakatan yang kini setebal 50 halaman jadi tingkat yang bisa ditangani sehingga para pemimpin mereka dapat membacanya ketika mereka bergabung di meja perundingan pekan depan.

Mulai Senin malam (30/11/2015), segera setelah sebanyak 150 pemimpin dunia meninggalkan pusat konferensi sesudah memperlihatkan persatuan dalam memerangi tantangan bersama, perubahan iklim, para perunding segera terjun ke dalam masalah rumit yang harus diselesaikan selama dua pekan ke depan. Konferensi perubahan iklim PBB dibuka pada Senin di Paris dan dijadwalkan berlangsung sampai 11 Desember.

Pada 2009, negara maju berjanji akan menyediakan 100 miliar dolar AS per tahun sampai 2020 guna membantu negara berkembang mengurangi gas buangan dan menyesuaikan diri dengan perubahan iklim. Namun menurut perhitungan Lembaga Sumber Daya Dunia, hanya 17 miliar dolar AS yang disediakan sampai 2012.

Negara berkembang ingin negara maju menawarkan jalur bersih ke arah dicapainya sasaran 100 miliar dolar AS dan meningkatkan dukungan dari tingkat itu setelah 2020, ketika kesepakatan Paris diberlakukan. (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ahli WHO: Kesepakatan Kuat Iklim Penting Bagi Kesehatan Masyarakat Global