Dokter Fiji: Pelecehan Seks Anak Perlu Dideteksi Lebih Awal

share on:
Photo: 123RF
Photo: 123RF

Jayapura, Jubi – Seorang dokter anak di Fiji mengatakan pelecehan seksual yang sering menimpa anak-anak tidak terdeteksi cukup dini, untuk itu diperlukan kesadaran lebih dari semua pihak.

Dr Reati Mataika adalah seorang dokter anak di rumah sakit Colonial War Memorial di Suva. Ia juga bekerja dengan Departemen Kesehatan Fiji tentang perlindungan pada anak.

Dr Mataika mengatakan anak-anak yang sangat muda dibawa oleh ibu mereka, namun terlalu sering terjadi pelanggaran selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Berkaitan itu, dr Mataiki mengatakan ada beberapa kasus yang dilihatnya brutal. Kasus itu terjadi pada anak yang diperkosa dan dipukul hingga setengah sadar sebelum akhirnya ditolong.

“Kasus benar-benar parah di mana anak-anak sebenarnya tidak hanya mengalami pelecehan seksual tetapi juga dipukuli dan kemudian dibawa ke kami dalam keadaan setengah sadar. Jadi, kita punya dua kasus yang sangat besar seperti itu. Untungnya mereka berdua selamat tapi kemudian sangat disayangkan, keduanya memiliki komplikasi dan masalah yang terkait dengan penyalahgunaan di usia muda,” kata Mataika, mengutip Radio New Zealand, Kamis (3/12/2015).

Dr Mataika mengatakan sangat disayangkan karena beberapa korban yang sangat muda itu terjangkit HIV.

PBB menandai 16 Hari Anti Kekerasan Berbasis Gender dan Dr Mataiki mengatakan ada kebutuhan untuk menahan model peran yang lebih baik bagi orang-orang muda. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dokter Fiji: Pelecehan Seks Anak Perlu Dideteksi Lebih Awal