BNN: Jika Seseorang Menolak Tes Urine Perlu Dipertanyakan

share on:
Kepala Badan Narkotina Nasional (BNN) Papua, Komisaris Besar (Pol) Jackson Lapalonga - Jubi/Arjuna
Kepala Badan Narkotina Nasional (BNN) Papua, Komisaris Besar (Pol) Jackson Lapalonga – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Kepala Badan Narkotina Nasional (BNN) Papua, Komisaris Besar (Pol) Jackson Lapalonga menyatakan, jika seseorang menolak dites urine, perlu dipertanyakan ada apa.

Hal itu dikatakan Jackson menjawab pertanyaan wartawan terkait tes urine anggota DPRD Kota Jayapura yang hanya diikuti delapan orang legislator, Rabu (2/12/2015).

Kata Jackson, berdasarkan data tertulis, ketika BNN melakukan tes urine di kantor DPRD Kota Jayapura, hanya delapan orang legislator setempat yang mendaftarkan diri dan dites.

“Sisanya saya tidak tahu kenapa, karena alasannya apa. Sebanyak 32 orang tak melakukan pemeriksaan. Sebagai seorang wakil rakyat kalau dipaksakan dikembalikan lagi. Apakah harus. Operasi yang kami lakukan selama ini terhadap masyarakat pemeriksaan dipaksakan. Jadi saya kembalikan kepada mereka. Apakah mereka diperlakukan seperti itu nanti? Saya kira tidak,” katanya di Mapolda Papua, Kamis (3/12/2015).

Menurutnya, para anggota dewan itu adalah wakil rakyat, dan tentu lebih hebat dari masyarakat. Katanya, ini kembali kepada kesadaran diri sendiri untuk membuktikan kalau yang bersangkutan bersih.

“Ketika seseorang menolak untuk dilakukan tes, ini jadi tanda tanya. Kami akan komunikasikan dengan ketua DPRD Kota Jayapura kira-kira responsnya seperti apa. Kondisinya berbeda ketika rapat, mereka menyatakan semua dengan ikhlas melakukan tes. Tapi kenyataannya seperti yang dilihat kemarin,” katanya.

Sehari sebelumnya, BNN Papua melakukan tes urine terhadap anggota DPRD Kota Jayapura. Dari 40 legislator, hanya delapan orang anggota dewan terhormat yang mengikuti tes. Sisanya tak mau dengan alasan tak jelas. Mereka yang mendaftarkan diri untuk dites urine, di antaranya Ketua DPRD, Lievelien L. Ansanay, Timbul Sipahutar, Maria Imelda Kabey dan Mukri Hamadi.

Lievelien L. Ansanay mengatakan, tes urine itu tak wajib. Namun pihaknya menyadari hal itu perlu dilakukan. Katanya, BNN melakukan pemeriksaan tak ada pemberitahuan.

“Anggota bukan tidak mau diperiksa, mungkin ada kegiatan lain. Saya harap seluruh anggota dewan yang terhormat untuk sadar memeriksakan urine mereka kepada BNN Papua untuk diperiksa dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk tes urin,” kata Ansanay, Rabu (2/12/2015). (Arjuna Pademme)

 

 

 

 

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BNN: Jika Seseorang Menolak Tes Urine Perlu Dipertanyakan