Wamuar : Miras,Narkoba Membuat Suami dan Anak-anak Meninggal Sia-sia

share on:
Penggagas lahirnya GEPERANTI MINAR, Nurlince Wamuar didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar dan para pengurus GEPERANTI MINAR saat berpose bersama dan mengatakan tidak untuk Kiras dan Narkoba – Jubi/Roy Ratumakin.
Penggagas lahirnya GEPERANTI MINAR, Nurlince Wamuar didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar dan para pengurus GEPERANTI MINAR saat berpose bersama dan mengatakan tidak untuk Kiras dan Narkoba – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Bergerak dari maraknya peredaran Narkoba khususnya di daerah perbatasan membuat Gerakan Perempuan Anti Miras Dan Narkoba (GEPERANTI MINAR)merasa perlu untuk mengurangi penyebaran banrang garam itu di daerah perbatasan khususnya Distrik Muara Tami.

Direktur Yayasan Gema Valentine Papua (YGVP) sekalihus penggagas lahirnya GEPERANTI MINAR, Nurlince Wamuar kepada Jubi, pekan lalu mengatakan pemberantasan Miras dan Narkoba harus dilakukan dari sekarang.

“Saya melihat bahwa keadaan diperbatasan ini sangat rawan, setiap tahun pasti ada anak laki-laki, suami kami yang harus meninggal sia-sia yang diakibatkan Miras. Miras yang dikonsumsi anak-anak kami saat ini bukan seperti minuman keras yang seperti dulu, tapi miras sekarang ada dicampur dengan narkoba. Saya tidak tahu narkoba itu bentuknya seperti apa. tapi itu isu yang kuat,” katanya.

Nurlince Wamuar menambahkan, dengan adanya status darurat narkoba yang diserukan bapak Presiden RI, dirinya meminta semua masyarakat yang ada di Papua arus tanggap, siapa yang bertanggungjawab, bukan hanya pemerintah saja, atau BNN Papua, tapi masyarakat harus bertanggungjawab juga.

“Apalagi kita sebagai tokoh-tokoh masyarakat, sebagai istri, sebagai mama atau ibu. Korban dari miras dan narkoba ini adalah anak-anak kita sendiri, anak-anak bangsa, mereka merupakan generasi tonggak untuk negara dan bangasa ini, untuk Papua, Port Numbay, untuk kampung adat Skouw diperbatasan dan perbatasan merupakan pintu masuk barang-barang haram ini,” katanya.

Dia menambahkan, daerah perbatasan RI-PNG mempunyai potensi terjadinya tindakan kriminal, sehingga pihaknya terpanggil untuk melakukan sesuatu, merasa terpanggil untuk melakukan perubahan.

“Saya sendiri lakukan itu tidak mungkin bisa, tetapi dengan adanya dukungan dari perempuan-perempuan yang ada disekitar saya, akhirnya kita satukan tekad untuk bentuk satu wadah Gerakan Perempuan Anti Miras dan Narkoba di Distrik Muara Tami dengan tujuan membantu aparat kepolisian, pengambil kebijakan di distrik ini untuk mengawasi peredaran miras dan narkoba, karena kami merasa tanggungjawab terkait hal itu. Kami ingin mewujudkan generasi yang berkhlak, sehat, cerdas, jujur dan bertanggungjawab.,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar mengatakan pihaknya sangat mendukung apa yang dilakukan wadah GEPERANTI MINAR yang dengan jeri payah telah dibina oleh YGVP).

“Ini hasil yang sangat luar biasa. Wadah ini dibentuk berdasarkan isu lokal di Muara Tami soal kekerasan rumah tangga, pelecehan seksual, kematian antara ibu bapak dan anak akibat miras,” katanya.

Atas nama Gubernur Provinsi Papua Anike Rawar mengatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada GEPERANTI MINAR, walaupun wadah ini berada dalam sudut Kota Jayapura. Perempuan-perempuan di Skow Yambe ini dengan sadar mau menekan angka kematian ibu dan anak terutama memberantas miras dengan membuat wadah tersebut.

“Ini sangat luar biasa, kami berikan jempol dan pujian kepada Ibu Nurlince Wamuar yang mempunyai ide untuk bentuk wadah ini. Walaupun distrik ini (Muara Tami-red) sangat kecil, namun mereka bekerja sesuai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu Papua Bangkit Mandiri. Sekarang perempuan-perempuan di Skouw Yambe telah membentuk wadah anti miras untuk menyelamatkan anak-anak diwilayah ini agar kedepan daerah Muara tami menjadi kota yang damai sejahtera,” ujarnya.

Menurut Nurlince, wadah tersebut alangkah baiknya dapat dicontohi semua ibu-ibu di Tanah Papua. Walaupun dari Provinsi Papua bahkan Kota Jayapura tidak memberikan dana, ibu-ibu ini mempunyai antusias mau bergerak sendiri dengan apa adanya. “Saya berharap langkah seperti ini dapat diikuti 29 kabupaten kota yang ada di Provinsi Papua. Sehingga dapat menekan angka kematian ibu dan anak, terutama menekan miras dan narkoba di Tanah Papua,” katanya. (Roy Ratumakin)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wamuar : Miras,Narkoba Membuat Suami dan Anak-anak Meninggal Sia-sia