Presiden GIDI: Orang Papua Tanpa TNI dan Polri, Bisa Lindungi Diri Sendiri

share on:
Presiden GIDI di Tanah Papua, Pdt. Dorman Wandikbo - Jubi/Abeth You
Presiden GIDI di Tanah Papua, Pdt. Dorman Wandikbo – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Presiden GerejaInjili di Indonesia (GIDI) Tanah Papua, Pdt. Dorman Wandikbo menegaskan, tanpa keamanan dan pengawalan dari pihak keamanan, TNI dan Polri, orang Papua bisa melindungi dirinya sendiri.

Hal itu disampaikan Pendeta Dorman dalam kothbahnya kepada umat GIDI pada ibadah gambungan GIDI Klasis Cyklop, Sentani di pantai Kalkote, Minggu (06/12/2015), pihak TNI dan Polri tidak pernah menunjukkan keadilan dan kebenaran terhadap orang asli Papua (OAP) sebagai pemilik dan pewaris negeri ini.

“Contoh konkrit terjadi kepada umat Tuhan di tanah Papua, lebih khusus di sebelah Danau Sentani membakar delapan unit rumah warga. Bahwa, akhir bulan November 2015 sekelompok pemuda datang serang warga yang adalah jemaat GIDI setempat. Massa datang dengan alat tajam menyerang dan membakar rumah-rumah itu dengan seisi rumah tidak selamatkan,” ujarnya.

Dorman menjelaskan, jemaat setempat kembali mau menyerang, namun bpk. Pdt. Nick Suebu, mantan ketua Klasis GIDI Cyklop Sentani meredahkan emosi mereka karena pembalasan akan dilakukan oleh Tuhan, sebab mereka membakar kursi gereja, tapi untung gereja tidak dibakar.

“Kejadian itu difasilitasi oleh pihak ketiga. Karena, suku setempat tidak pernah terjadi masalah seperti itu, tapi baru terjadi sekarang dan saat itu pihak kepolisian dari Polres Jayapura sudah pergi mengamankan, tapi tidak pernah tembakan peringatan dan menghalang massa yang menyerang namn justru jadi penonton,” jelasnya.

Sehingga, kata dia, pihak TNI dan Polri tidak pernah melakukan penegakkan keadilan dan kebenaran di tanah Papua. “Dalam waktu dekat kami akan bangun kembali delapan unit rumah itu lebih mewah lagi dari sebelumnya, agar perayaan bisa mereka lakukan dalam rumah. Dan kita doakan pemuda yang menyerang itu agar mereka bertobat kepada Tuhan tidak terulang lagi,kata” PresidenWandikbo.

Ia juga menjelaskan, insiden Tolikara (17/12/2015) saja belum apa-apa pemuda GIDI pergi mau sampaikan maksud agar tenang dan damai, tapi TNI dan Polri bukan hanya tembakan peringatan namun tembakan langsung ke para pemuda itu, akibatnya 11 orang luka dan satu orang meninggal dunia.

“Suatu saat orang asli Papua bisa melindungi diri sendiri tanpa campur tangan TNI dan Polri,” terang Dorman.

Ketua umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua, Pdt. Socratez Sofyan Yoman menegaskan, agar segera hentikan ketidakadilan, diskriminasi dan pembunuhan terstruktur kepada manusia Papua yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui TNI dan Polri di tanah Papua.

“Hanya untuk kekuasan atas nama NKRI jangan membunuh manusia Papua di tanah ini. Pembunuhan empat siswa dan satu warga sipil pada 8 Desember 2014 di Enarotali, Paniai belum juga terungkap dan pelakunya disembunyikan. Penembakan di Tolikara pelakunya tidak terungkap, namun umat GIDI sedang diadili. Penembakan pak pendeta di Mamberamo, penembakan enam warga sipil di Serui, penembakan mahasiswa di Jakarta dan pembunuhanya lainya harus dihentikan. Ini manusia, ciptaan Tuhan yang maha kuasa, kita semua ciptaannya,” tegas Pdt. Socratez

Sofyan Yoman dalam sambutan pada ibadah Natal Keluarga Besar Badan Pelayanan Pusat (BPP) Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua di Kota Jayapura, Jumat (04/12/2015). Socratez juga menjelaskan, atas nama NKRI dan atas nama OPM jangan membunuh umat Tuhan. “Papua merdeka tidak dilarang oleh Alkitab. Papua merdeka tidak dilarang juga oleh gereja Baptis, silakan bicara Papua merdeka,” jelas Yoman. “Sekali lagi, atas kepentingan apapun jangan mengambil nyawa manusia, umat ciptaan Tuhan. Hetikan ketidakadilan penjajahan dan diskriminasi,” katanya. (Abeth You)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Presiden GIDI: Orang Papua Tanpa TNI dan Polri, Bisa Lindungi Diri Sendiri