Tak Benar Informasi SD Inpres Galugama Ditutup

share on:
ilustrasi Potret pendidikan di Papua – Jubi/Niko

Jayapura, Jubi – Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Tadius Belau membantah informasi tentang tidak beroperasinya SD Inpres Kampung Galugama yang berada di distrik Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya.

Menurutnya kebenaran ada di lapangan, bukan dalam informasi yang disampaikan. “Terima kasih atas infonya dan itu tipu. Itu berita dari siapa? Kalau bias datang cek sendiri,” ujarnya melalui pesan singkat.

Menurutnya, walaupun benar tidak ada aktivitas belajar mengajar akibat perang suku tetapi dinas pendidikan tidak penah menutup sekolah itu. Aktivitas belajar mengajar tidak jalan hanya karena guru-gurunya tidak berada di tempat karena takut. “Dinas tidak pernah tutup sekolah,” pungkasnya.

Sebelumnya, aktivis mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya mengatakan SD Inpres Kampung Galugama yang berada di Distrik Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya tidak beroperasi sejak perang suku antara klen Sani dan Tipagau Kobogau pada 2010-2012.

“Belum ada aktivitas sejak perang. Anak-anak sebagian pergi ke SD Inpres Yogatapa dan Titigi. Ada banyak siswa yang putus sekolah,” ujar Melianus Duwitau, aktivis Forum Independent Mahasiswa kepada Jubi di Jayapura, Papua, Kamis (3/11/2015).

Menurutnya, belum ada upaya pemerintah mengaktifkan kembali sekolah tersebut. Pemkab lebih sibuk mengurus kepentingan yang tidak perlu dengan meninggalkan daerah. Bahkan ada pejabat yang memilih tinggal di daerah lain berbulan-bulan tanpa melaksanakan tugas.

Karena itu, Duwitau berharap, pemerintah bisa memperhatikan nasib sekolah ini supaya anak-anak yang putus sekolah bisa kesolah kemblai. “Kalau tidak, jumlah anak putus sekolah hingga yang tidak sekolah akan berlimpah ruah,” ujarnya. (Mawel Benny)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tak Benar Informasi SD Inpres Galugama Ditutup