Dinas Pariwisata: Harus Ada Galeri untuk Perajin Noken

share on:
Ilustrasi Mama-mama pengrajin noken Papua dari suku Dani di Lembah Baliem - Jubi/IST
Ilustrasi Mama-mama perajin noken Papua dari suku Dani di Lembah Baliem – Jubi/IST

Jayapura, Jubi/Antara – Harus ada galeri atau ruang kreatif bagi mama-mama Papua perajin noken di Kota Jayapura, kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua David Pagawak.

“Kalau kita buat ruang kreatif atau galeri dan sanggar-sanggar binaan, disanalah mereka jual hasil kerajinan tangan mereka,” kata David Pagawak, di Semarang, Selasa (8/12/2015).

Kini, pemerintah daerah berupaya membangun pasar mama-mama Papua sehingga dia berharap dalam bangunan pasar mama-mama tersebut ada sebuah ruang untuk perajin noken menjual hasil kerajinan tangannya.

“Kalau mama-mama Papua punya pasar sudah jadi harus ada di beberapa ruang untuk penjualan noken,” katanya.

Ia memandang perlu ada mama-mama yang dikumpulkan di pasar tersebut supaya mereka tidak lagi terpencar-pencar.

“Di situ ada ruang khusus, ruang kreativitas,” katanya.

Jika nantinya di pasar mama-mama Papua ada galeri atau semacam ruang kreativitas untuk menjual hasil kerajinan tangan, lanjut dia, akan dikenai pajak.

“Di sanalah mereka jual dan setelah usaha mereka makin maju baru kita bisa kenai pajak,” katanya.

Sekarang mereka belum bisa dikenai pajak karena belum ada tempat khusus yang disiapkan pemerintah untuk mama-mama berjualan noken.

Rang kreativitas bagi mama perajin noken perlu diupayakan dan pemerintah mempunyai kewajiban untuk memperhatikan itu. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinas Pariwisata: Harus Ada Galeri untuk Perajin Noken