Dulu Bisa Melihat, Kini Matanya Buta

share on:
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian saat memberikan bingkisan Natal kepada anak-anak Panti Asuhan Shalom, Rabu (9/12/2015) – Jubi/Roy Ratumakin.
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian saat memberikan bingkisan Natal kepada anak-anak Panti Asuhan Shalom, Rabu (9/12/2015) – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Ruth Irweke, perempuan asal suku Koroway harus menikmati hidupnya dengan tidak memiliki kedua matanya. Keindahan alam yang pernah dirasakan sejak kecil dulu akhirnya punah karena kedua matanya telah buta oleh ulah sang mama yang mencelakakan anaknya.

Hal ini terungkap ketika anjangsana yang dilakukan oleh Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw ke Panti Asuhan Shalom di Kampung Duwiyah, Arso 8, Kabupaten Keerom, disela-sela mengawasi Pilkada di daerah itu, Rabu (9/12/2015).

“Dulu saya bisa melihat, saya begini (buta-red) karena waktu itu saya meminta makan kepada mama saya, namun mama saya mengambil bara api dan menusukannya kepada mata saya. Saya bersyukur bisa berada disini bersama teman-teman,” katanya dihadapan Kapolda dan Pangdam berserta jajarannya.

Sementara itu Kesya yag juga salah satu anak di panti asuhan Shalom yang kini duduk di kelas 1 SMP Arso XI mengatakan dia berasal dari Kampung Yubli, Kabupaten Pegunungan Bintang. “Dulu saya tidak tahu baca, sekarang bisa, saya belajar baca dan tulis disini. Saya sudah tujuh tahun disini, cita-cita saya mau jadi dokter kandungan,” kata Kessya.

Ruth Manurung selaku ibu pengasuh di panti asuhan tersebut mengatakan, anak asuhnya tersebut didapatkan di hutan-hutan. “Saya bergerilnya mencari anak-anak di daerah gunung yang sama sekali tidak diurus oleh orang tua mereka atau anak yang memang sudah yatim piatu. Saya bina mereka disini, karena saya yakin anak-anak inilah yang mempunyai kerajaan Tuhan,” katanya kepada Jubi deisela-sela kunjungan kasih.

Ruth Manurung menambahkan, anak-anak asuhnya tersebut diiberikan nama baru sehingga mudah untuk diingat. “Nama-nama mereka kami yang berikan dan menggantikan nama yang sudah diberikan oleh orangtua mereka. Hal ini kami lakukan untuk menghilangkan memori buruk yang pernah mereka alami waktu di daerah asal mereka,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw berkesempatan memberikan bingkisan natal berupa topi santa claus dan parsel kepada 30-an anak panti asuhan.

“Puji Tuhan kami bisa bertemu, ini merupakan hari bahagia, selamat Natal yah. Nanti bingkisan Natal yang lebih bisa diberikan kepada keluarga yang di kampung,” kata Pangdam.

Pada kesempatan yang sama Kapolda Papua, Paulus Waterpauw mengajak anak-anak panti asuhan tersebut untuk tetap giat belajar dan rajin ke sekolah. “Saya merantau selama 30 tahun baru kembali ke Papua setelah berhasil, orang tua dan keluarga saya bangga, kalian juga harus bisa,” katanya.

Pada momentum tersebut juga, Kapolda Papua berjanji akan memperhatikan anak-anak di panti asuhan Shalom yang diresmikan oleh Mayjen TNI Christian Zebua, mantan Pangdam XVII/Cenderawasih pada 19 September 2014. “Saya dan ibu memang ingin menjadi donatur pada sebuah yayasan, tapi nanti ibu datang ke Jayapura dulu saya akan bicarakan hal ini,” ujarnya. (Roy Ratumakin)

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dulu Bisa Melihat, Kini Matanya Buta