Jumlah DPT di Pilkada Raja Ampat Kacau

share on:
Ilustrasi Ketua KPU Kabupaten Nabire, Papua, bersama Muspida saat menyambangi TPS 9 Kelurahan Kalisusu - Jubi/Munir
Ilustrasi Ketua KPU Kabupaten Nabire, Papua, bersama Muspida saat menyambangi TPS 9 Kelurahan Kalisusu – Jubi/Munir

Waisai, Jubi – Pemilihan Bupati Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Rabu, 9 Desember 2015 sempat ditunda hingga pukul 13,23 WIT setelah pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokompimda) yang dipimpin penjabat bupati setempat, Elisa Sroyer.

Mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah TPS di Distrik Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Pascasidak, ditemukan ratusan warga Waisai tidak terdaftar dalam DPT di sejumlah TPS. Malah yang muncul adalah nama-nama baru yang diduga bukan penduduk setempat.

Beberapa TPS terdapat pemilih ganda. Selain itu, Pj Bupati Raja Ampat, Elisa Sroyer bersama Kapolres setempat mendapati beberapa Ketua KPPS berasal dari partai politik.

“Kita putuskan untuk menunda Pilkada Raja Ampat karena ditemukan sejumlah masalah, salah satunya persoalan DPT (daftar pemilih tetap). Keputusan ini diambil untuk menghindari konflik,” ujar Pj Bupati Raja Ampat, Elisa Sroyer.

Dengan ditundanya Pilkada Raja Ampat, berarti ada enam daerah yang batal menjadi peserta pilkada serentak. Lima daerah itu, Kalimantan Tengah (Pilgub Kalteng), Pilkada Fakfak, Manado, Pematang Siantar, dan Simalungun.

Menurutnya, penundaan Pilkada Raja Ampat akan berakhir setelah pihak KPU setempat mempertanggungjawabkan permasalahan yang ada.

Informasi yang dihimpun Jubi, di TPS 05, Kelurahan Waisai Kota, Distrik Waisai, sejumlah warga yang sejak pagi mendatangi TPS tidak bisa mencoblos, karena namanya tidak termasuk dalam DPT.

Seorang warga, Yoseph Mirino mengaku kecewa, karena sebagai penduduk yang sudah bertahun-tahun tinggal di sana, tak dapat memberikan hak pilih. Padahal pada pemilihan legislatif lalu, namanya terdaftar.

“Pileg (pemilihan legislatif) saja kita memilih, malah pilkada tidak bisa memilih. Undangan juga tidak dapat dari KPU,” kata Yoseph.

Pilkada Raja Ampat diikuti oleh empat pasangan calon. Jumlah warga yang masuk dalam DPT lebih dari 39 ribu dengan jumlah TPS 142 titik di 24 distrik. (Niko MB)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jumlah DPT di Pilkada Raja Ampat Kacau