Di Pasar Pharaa, Harga Daging Babi Kampung Lebih Murah dari Babi Putih

share on:
Bonai suebu (baju putih) sedang menimbang babi yabg sudah di pesan oleh para pembeli - Jubi / Engel Wally
Bonai suebu (baju putih) sedang menimbang babi yabg sudah di pesan oleh para pembeli – Jubi / Engel Wally

Sentani, Jubi – Di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura, daging babi kampung dijual Rp 80 ribu/kilogram, sementara babi putih bisa sampai Rp 150 ribu.

Penjual daging babi kampung, Bonai Suebu, mengaku daging babi kampung yang dijualnya dibeli dari masyarakat di Distrik Lereh, Yapsi, dan Genyem.

“Masyarakat di Lereh biasa datang ke Pasar Pharaa sambil memberikan informasi terkait babi kampung yang dipiaranya. Setelah sepakat harga, saya dan beberapa teman langsung menuju. Biasanya kami bisa bawa pulang sampai empat ekor. Babi sudah kami potong di tempat dan simpan di coolbox,” kata Bonai Suebu, di Pasar Pharaa Sentani, Senin (14/12/2015).

Bonai merinci, dari tiga ekor babi muda dibelinya dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Jika laku semua, dia memperoleh keuntungan cukup besar, bisa menambah satu ekor babi lagi kalau ada tawaran jual.

“Hasil penjualan tiga ekor babi, kalau laku semua, saya bisa dapat Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Itu sudah termasuk uang rokok anak-anak yang kerja, ongkos bensin kendaraan, dan uang makan. Karyawan saya ini digaji setiap bulan,” katanya.

Di tempat yang sama, Frederika, yang membeli daging babi hutan ini mengaku sudah sering membeli di tempat tersebut.

“Daging babi kampung lebih gurih ketimbang babi putih. Daging babi kampung lebih banyak dagingnya sementara babi putih lebih banyak lemaknya. Sudah begitu mahal lagi, per kilo bisa Rp 150 ribu,” katanya. (Engel wally)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Pasar Pharaa, Harga Daging Babi Kampung Lebih Murah dari Babi Putih