Pengamat Optimis Ada Demokrasi Di Nauru Meski Banyak Kecaman

share on:
Roland Kun tidak bisa bertemu keluarganya di Selandia Baru karena paspornya ditahan dan tidak diizinkan ke luar Nauru. – Radio New Zealand
Roland Kun tidak bisa bertemu keluarganya di Selandia Baru karena paspornya ditahan dan tidak diizinkan ke luar Nauru. – Radio New Zealand

Jayapura, Jubi – Sebuah misi pencari fakta yang ke Nauru telah menyimpulkan bahwa aturan hukum sudah baik di negara pulau itu, meskipun ada kecaman internasional dari kelompok hak asasi dan mantan hakim.

Sekretariat Commonwealth mengirim tim yang terdiri dari dua orang untuk mewawancarai anggota parlemen dan lain-lain. Namun hanya satu anggota parlemen dari oposisi yang bersedia didengar, setelah ia mendekati petugas tim pencari fakta untuk menceritakan dari pihaknya.

Kendati demikian, beberapa kejadian yang pernah dilapor media dan masih berlangsung sampai sekarang tidak menggambarkan demokrasi. Terlihat dari paspor milik Roland Kun yang dibatalkan dan ia tidak bisa meninggalkan negara itu untuk mengunjungi keluarganya di Selandia Baru, meskipun tidak didakwa dengan kejahatan apa pun.

Kemudian, empat anggota parlemen lainnya sedang menunggu sidang dalam kaitannya dengan tindakan mereka yang melakukan protes di luar gedung parlemen pada bulan Juni lalu.

Namun, setengah dari tim pencari fakta itu Milner Tozaka, menteri luar negeri dari Kepulauan Solomon, mengatakan dia yakin bahwa demokrasi ada dinegaranya itu. “Yah mereka memiliki kepala hakim di sana sekarang, mereka memiliki ketua MA yang baru, kami telah berbicara kepadanya. Dan mereka telah mengizinkan oposisi untuk diwakili di pengadilan,” kata Milner Tozaka, mengutip Radio New Zealand, Rabu (16/12/2015). (Yuliana Lantipo)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengamat Optimis Ada Demokrasi Di Nauru Meski Banyak Kecaman