Ratusan Miliar Lenyap, Ring Road Tak Bermanfaat, Hutan Mangrove Rusak

share on:
Pengerjaan Pembangunan Ring Road di Wilayah Vihara-Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura beberapa waktu lalu – Jubi/Arjuna
Pengerjaan Pembangunan Ring Road di Wilayah Vihara-Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura beberapa waktu lalu – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Pembangunan jalan ring road di Kota Jayapura, Papua disoroti Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas.

Ia mengatakan, hingga kini masyarakat belum merasakan manfaat jalan yang menelan dana ratusan miliar itu. Justru pembangunannya merusak kawasan hutan mangrove di wilayah Teluk Youtefa.

Katanya, sejak awal harusnya dinas terkait menghitung matang seberapa besar manfaat jalan tersebut. Dari aspek kendaraan dan penyebaran penduduk, ring road sudah tak memenuhi syarat.

“Jalan ini dibangun untuk manusia, kendaraan atau setan? Sudah merusak hutan lindung, kawasan konservasi Teluk Youtefa, dan tak bermanfaat maksimal kemudian hari. Kapan jalan ini akan selesai dan difungsikan?” kata Mandenas, Rabu (16/12/2015) petang.

Menurutnya, dari segi manfaat jalan itu tak bermanfaat, sedangkan anggaran terus terserap. Sejak dulu DPR Papua tak setuju dengan pembangunan jalan itu. Tapi terus dibangun.

Ring road ini, APBD Provinsi bisa sampai Rp. 800 miliar. Belum lagi APBN, APBN itu yang saya tahu beberapa tahun lalu sudah kurang lebih Rp. 150 miliar. bisa saja sampai Rp 300 miliar lebih,” ucapnya.

Sejak awal lanjut dia, DPR Papua mendorong pembangunan jalan alternatif Entrop-Waena, Kota Jayapura. Meski ketika itu banyak pro kontra, DPR Papua berupaya jalan itu rampung lewat dana hibah Pemprov Papua ke Pemkot Jayapura senilai Rp. 13 miliar untuk penyelesaiannya.

“Kini kita lihat jalan alternatif lebih bermanfaat. Arus kendaraan banyak menggunakan jalan alternatif.  PU ingin ring road. Nyatanya jalan alternatif lebih bermanfaat,” katanya.

Katanya, daripada anggaran dibuang untuk ring road, lebih baik anggaran difokuskan kepentingan rakyat, misalnya perumahan rakyat. Sejak dulu tanpa jalan pun orang Papua tetap hidup. Yang penting mereka mendapat rumah layak huni, pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan terpenuhi.

Kepala Seksi Bintek Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, Edy Tupamahu mengatakan, pembangunan jalan lingkar itu dimulai dari Distrik Jayapura Selatan hingga Abepura.

Pada 2013 lalu dana Otonomi Khusus yang digunakan senilai Rp. 241 miliar. Pada 2014-2016 diperkirakan akan menelan dana senilai Rp. 285 miliar.

“Pembangunan jalan lingkar ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di Kota Jayapura sehingga harus segera diselesaikan. Dana APBN yang digunakan kurang lebih Rp. 230 miliar. Kini dibutuhkan dana kurang lebih Rp.165 miliar untuk penyelesaian sepanjang 325 meter. Total pembangunan ring road ini senilai Rp. 921 miliar,” kata Edy Tupamahu beberapa waktu lalu. (Arjuna Pademme)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ratusan Miliar Lenyap, Ring Road Tak Bermanfaat, Hutan Mangrove Rusak