Tiket Mahal, Pemprov Akan Panggil Operator Penerbangan

share on:
Bandara Sentani - Jubi / Engel Wally
Bandara Sentani – Jubi/Engel Wally

Jayapura, Jubi – Banyaknya keluhan masyarakat terkait dengan harga tiket operator penerbangan yang mencapai Rp 7 juta hingga Rp 8 juta/seat ke destinasi di luar Papua, membuat Assisten II Sekda Provinsi Papua, Elia Loupatty angkat bicara.

“Bukan hanya saya yang mengeluh tapi saya juga menyampaikan banyaknya keluhan masyarakat dimana harus memperoleh tiket yang mahal untuk bepergian ke luar daerah khususnya saat adanya momen Natal dan Tahun Baru, kami terpaksa naik pesawat, teman-teman operator ini sudah sangat mahal,” katanya dalam sambutannya mewakili Gubernur Papua dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, Rabu (16/12/2015).

Menurutnya kemahalan ini harusnya disesuaikan dengan aturan batas atas dan batas bawah yang telah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan RI, pihaknya akan segera memanggil operator penerbangan. “Saya harap operator penerbangan harap dalam suasana natal ini tidak menggayung emas,” katanya. “Saya kira ini penting, dan ini banyak dikeluhkan masyarakat,” lanjutnya.

Wahyudi Kresna, General Manajer Garuda Indonesia cabang Jayapura, menampik memberikan harga di luar batas pemerintah yang telah ditentukan.

“Garuda ini termasuk dalam kategori pesawat full service, sehingga batas atasnya memang tinggi di atas layanan pesawat medium service dan low cost carrier. Kita tidak mungkin kita mungkin melebihi batas atas Garuda yang telah ditentukan pemerintah sebesar Rp 7 juta/seat untuk tahun ini, dan kami tidak berani karena akan disanksi oleh Kemenhub jika melanggarnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan membludaknya permintaan ticket, diperparah lagi budaya dengan melakukan pembelian tiket satu hari sebelum keberangkatan kendala tersendiri.

“Kami sendiri, kita harus jujur menyampaikan bahwa seat ini itu full, teorinya demand supply dalam perekenomian, bukan berarti kita tidak punya harga yang murah cuma hal itu telah diperoleh oleh para calon penumpang yang sudah jauh-jauh hari melakukan boling,” katanya.

Kresna mengakui adanya tingkat permintaan yang tinggi jelang natal tahun ini akan dievaluasi dengan akan menambah lagi ekstra flight ke Destinasi Jakarta padahal pihaknya mengakui telah menambah penerbangan ke Menado.

“Kedepannya, menampung permintaan tahun-tahun kedepan, kami akan tambah penerbangan Makassar dan Jakarta,” katanya. (Sindung Sukoco)

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tiket Mahal, Pemprov Akan Panggil Operator Penerbangan