Yowong Gerbang Keerom Dilupakan Selama 23 Tahun

share on:
Gerbang Kabupaten Keerom - Jubi
Gerbang Kabupaten Keerom – Jubi

Jayapura, Jubi – “Pejabat dia terbang jadi tidak lihat rakyat yang tinggal dipinggir jalan ini. Rakyat mati pun tak mau, hidup pun enggan. Tinggal berdiri saja di sini dengan satu harapan bahwa saya mau diperhatikan ka tidak, atau akan tergilas di tengah jalan ini,”

Begitulah ungkap Anselmus Tavor kepala Kampung Yowong ketika Jubi mendatangi rumahnya, di pinggiran jalan Raya Keerom Jayapura, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, pada (12/12/2015) siang.

Kampung Yowong berada di sebelah timur Kota Jayapura dan Barat Kabupaten Keerom. Jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Jayapura dan Keerom memisahkan rumah-rumah warga kampung Yowong di pinggir kiri dan kanan jalan, yang disebut Jalan Trans Irian atau Trans Papua ini. Jalan ini menjadi jalan utama warga, para pejabat, pegawai dan siapapun yang masuk keluar kabupaten Keerom selain jalan Raya Yoka. Jalan raya Yoka jarang digunakan karena terlalu jauh dan tidak aman. Selain dua jalan itu, tidak ada lagi jalan lain. Apa lagi jalur laut dan udara. Jalur udara ada hanya untuk ke distrik terjauh saja, misalnya ke Towe, Web dan Ubrub tetapi itu hanya pejabat beruang yang bisa memanfaatkannya.

Karena letak dipinggir jalan utama itu, kampung ini menjadi objek pertama dan terakhir bagi yang masuk keluar Keerom. Ketika pertama berkunjung, Orang akan memasuki kampung Yowong melalui Gapura yang bertulisakan “Selamat Datang di Kabupaten Keerom”. Lima puluh meter setelah itu ada perumahan warga, di pinggir kiri. Lima puluh meter lagi ada POS TNI dan lima puluh meter lagi ada Post Kehutanan. Lepas dari POS itu, mulai ramai dengan pemukiman warga. Ada rumah tembok ukuran 4×6 dan rumah papan dengan ukuran yang mirip. Jarak antara jalan ke rumah sekitar 20-50 meter. Kemudian di pinggir jalan, 3 atau 5 meter dari jalan, mereka membangun para-para jualan hasil kebun dan buruan.

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Yowong Gerbang Keerom Dilupakan Selama 23 Tahun