Pengamat: Kapolda Jangan Istimewakan Istri Sultan Ternate

share on:
Istri mendiang Sultan Ternate, Boki Nita Susanti - satumaluku.com
Istri mendiang Sultan Ternate, Boki Nita Budi Susanti – satumaluku.com

Ternate, Jubi – Pengamat hukum dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara, minta Kapolda setempat, Brigjen Pol Zulkarnain, tidak mengistimewakan istri Sultan Ternate, Boki Nita Budi Susanti, yang ditetapkan tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan asal-usul dua putra kembarnya.

“Kehadiran Kapolda bersama Nita di restoran bersama Wakapolda, Kombes Pol Johny Pol Latuperissa, dan pejabat teras Polda setempat serta Kapolres Ternate, AKBP Kamal Bahtiar, terkesan ada keistimewaan,” kata Pengamat Hukum Universitas Khairun Ternate, Aslan Hasan, di Ternate, Selasa (26/1/2016).

Apalagi, dijamu makan siang yang digelar istri keempat mendiang Sultan Ternate sebagai bentuk keistimewaan bagi Nita yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolda terkesan legowo dengan sikap Nita yang menyatakan dirinya ditangkap alias jemput paksa, selanjutnya ditahan di Polsek Ciputat, Tangerang Banten pada Rabu (22/1), kemudian dilepas kembali bagaikan seorang teroris.

Di hadapan Kapolda, Nita menyatakan jika dirinya kembali ditahan, masyarakat adat yang sudah berkoordinasi dengan warga Toboko dan Kota Baru, Ternate, bakal melakukan pencegahan.

“Kalau seorang tersangka bertemu dengan penegak hukum yang mana notabenenya sebagai atasan penyidik di suatu tempat dalam acara yang kelihatan agak mewah, ini kelihatannya ada proses pengistimewaan, dan ini bisa dimaknai sebagai bagian dari ketidaktegasan proses penegakkan hukum,” kata Aslan.

Lebih anehnya lagi, lanjutnya, dalam pertemuan itu terpantau ada pernyataan kasus dugaan tindak pidana yang sudah dinyatakan lengkap berkasnya alias P21 ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Padahal sebagai Kapolda pastinya tahu mana kasus yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan murni pidana yang tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Aslan.

Dia mengatakan, secara hukum, perkara yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan itu hanya yang bersifat delik aduan.

“Penyidik harus konsisten dengan apa yang diperoleh dalam proses penyidikan dan perkara itu tidak bisa dihentikan dengan adanya penyelesaian kekeluargaan,” kata Aslan.

Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Zulkarnain, ketika dihubungi menyatakan kasus Nita telah diproses, tetapi ada upaya untuk diselesaikan secara kekeluargaan. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengamat: Kapolda Jangan Istimewakan Istri Sultan Ternate