Astronom Menemukan Tata Surya ‘Terbesar di Alam Semesta’

share on:
Sistem tata surya ini hampir tiga kali ukuran terluas pasangan bintang-planet sebelumnya - Jubi/BBCIndonesia
Sistem tata surya ini hampir tiga kali ukuran terluas pasangan bintang-planet sebelumnya – Jubi/BBCIndonesia

Jayapura, Jubi – Para astronom menemukan tata surya terbesar, yang terdiri dari planet yang membutuhkan hampir satu juta tahun untuk mengorbit bintangnya.

Planet tersebut berjarak satu triliun kilometer jauhnya, membuat orbitnya 140 kali lebih lebar dari perjalan Pluto mengitari matahari.

“Kami sangat terkejut menemukan benda seperti itu begitu jauh dari bintang induknya,” kata Dr. Simon Murphy dari Australian National University seperti ditulis bbc.com/Indonesia, Kamis (28/1/2016).

“Tidak mungkin itu terbentuk dengan cara yang sama seperti tata surya kita, dari debu dan gas yang banyak,” kata Murphy.

Sistem tata surya ini hampir tiga kali ukuran terluas pasangan bintang-planet sebelumnya.

Bintang dan planet ini ditemukan ketika ada penelitian mengenai bintang-bintang muda dan kecil di lingkungan Bumi.

Setelah anggota tim menyadari jaraknya sama dari Bumi -sekitar 100 tahun cahaya—mereka membandingkan gerakan keduanya melalui ruang dan menyadari mereka bergerak bersama-sama.

“Kita bisa berspekulasi mereka terbentuk 10 juta hingga 45 juta tahun yang lalu dari filamen gas yang mendorong mereka bersama-sama ke arah yang sama,” jelas Murphy.

“Mereka tampaknya tidak berada dalam lingkungan yang sangat padat. Mereka begitu saling terikat sehingga setiap bintang di dekatnya akan mengganggu orbit mereka.”

Hanya segelintir tata surya yang sangat luas macam ini yang telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.

Planet, yang dikenal sebagai 2MASS J2126-8140 ini, beratnya 12 hingga 15 kali Jupiter. Rincian ini muncul dalam Laporan Bulanan Royal Astronomical Society. (Timo Marten)

 

Editor :
Sumber : BBI Indonesia
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Astronom Menemukan Tata Surya ‘Terbesar di Alam Semesta’