Yo Mie Yo Meanggea Di Danau Sentani

share on:

Sentani, Jubi – Satu tradisi yang secara turun temurun tetap di laksanakan di setiap Kampung di pesisir Danau Sentani, kala memasuki tahun baru disebut Yo Mie, Yo Meangge, Yo Mie adalah mereka yang disebut sebagai Ibu-Ibu dari Kampung tersebut sementara Yo Meanggea adalah anak-anak perempuan dari kampung itu juga.

Tradisi Yo mie Yo meangge masih dipertahankan sampai sekarang, kegiatan tahun baru yang di pelopori oleh mereka yang kaum hawa di sebuah Kampung dan dibantu oleh kaum pria.

Acaranya adalah suling tambur, lemonnipis di seputaran Kampung, diawali dengan tari-tarian dari mereka yang disebut sebagai Yo Meangge pergi menjemput Yo Mie di sebuah tempat yang lain di Kampung itu juga, Yo Mie biasanya berpakaian Kebaya sementara Yo Meangge berpakaian seragam dengan satu warna Merah,Kuning atau Biru.

Yo Meangge akan pergi menjemput Yo Mie lalu bersama-sama mereka berdansa dan menari dengan iringan suling dan tambur yang di mainkan oleh kaum pria, sudah tentu acara yang meriah dengan lagu-lagu tempo dulu akan dinyanyikan secara bersama-sama dengan riang dan gembira, di antara ibu-ibu yang tua dan muda akan berdansa sesuka hati mereka dengan gayanya masing-masing tetapi tetap dalam formasi barisan yang sudah dibuat oleh mereka para gadis dengan gaya yang sudah diatur.

Kegiatan ini biasanya dimulai sejak pagi hari, dan akan berlangsung sepanjang hari sampai keesokan harinya tergantung kesepakatan bersama. Kegiatan ini dilakukan hanya untuk menyambut tahun baru. Kegiatan tahun baru secara umum biasa juga di lakukan di Kampung-Kampung, tetapi khusus bagi acara Yo Mie Yo Meanggea biasanya dilakukan pada waktu yang sudah tidak ada acara lagi di Kampung tersebut.

Sejalan dengan waktu, banyak perempuan di satu Kampung yang kawin keluar bahkan keluar dari dari Kampungnya tetapi tiba saatnya acara Yo Mie Yo Meanggea pasti semua kembali lagi ke Kampung.

Syul Mehue, Ketua Yo Mie Yo Meanggea tahun 2016 Kampung Yobe mengatakan kegiatan ini antusias masyarakat sudah mulai berkurang. “Tetapi kita bersyukur masih ada yang terlibat dan cukup meriah,”katanya.

Syul Mehue yang tahun lalu menjadi Sekretaris mengaku acara tahun ini agak meriah di bandingkan tahun lalu, hal ini diakibatkan karena ada kesibukan masing-masing, untuk tahun ini hampir semua Yo Mie Yo Meanggea yang berada di luar dari Kampung kembali. Kegiatan ini selain menyambut tahun baru tetapi punya makna tersendiri didalamnya.

Amelia Felle menjelaskan, kegiatan tahun baru ini menjadikan semua kerabat keluarga bisa berkumpul kembali antara satu dengan yang lain, karena kegiatan seperti ini hanya setahun sekali.

Tidak hanya Kampung Yobeh, beberapa Kampung yang ada dipinggiran Danau Sentani juga melaksanakan hal yang sama. Jhosua Pangkali salah satu tokoh Adat di Sentani mengaku sangat bangga kalau kegiatan yang sudah lama ini masih berjalan sampai dengan saat ini, menurutnya kegiatan ini berjalan tentunya dibawah kontrol Ondoafi dan juga tua-tua adat di setiap Kampung.(Engel Wally)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Yo Mie Yo Meanggea Di Danau Sentani