Fogging itu Upaya Terakhir dalam Pemberantasan Nyamuk

share on:

NYAMUK

Jayapura, Jubi – Kebersihan lingkungan sekitar dan rumah adalah modal utama pemberantasan penyebaran penyakit yang berasal dari nyamuk. Upaya pembersihan seperti kegiatan Jumat Bersih, Minggu Bersih yang dilakukan kontinuitas menjadi salah satu upaya yang ampuh dalam menekan penyakit tersebut.

Fogging adalah rekomendasi langkah terakhir dalam memutus mata rantai penularan dari DBD, sebab fogging ini hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa. Nyamuk yang berbentuk Pupa dan telur nyamuk yang bersembunyi tidak ikut mati, sehingga tuntutan pelaksanaan promosi kesehatan seperti 3M Plus ( Mengurus, Menutup dan Mengubur) dinilai langkah ampuh memberangusnya harus dilaksanakan oleh masyarakat,” tegas Kepala seksi Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Papua, Anto D. Flassy kepada Jubi, Selasa (2/2/2016)

Tak adanya kesadaran ini membuat dalam waktu singkat penyakit yang ditimbulkan dari pembawa dibawa nyamuk akan muncul seperti saat ini. Hingga minggu ke-4 di awal tahun 2016 tercatat sebanyak 17 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Papua.

Tadi malam saya mendapatkan telepon kasus DBD juga menyerang Kota Sarmi dan 3 orang dinyatakan positif,” ujarnya.

Untuk penanganan DBD, Pemerintah Provinsi Papua mendapatkan bantuan racun nyamuk seberat 500 kg dan alat -alat fogging.

Di tempat yang sama, Kabid PMK Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Beeri I.S. Wopari menegaskan dengan menjaga kebersihan dalam dan luar rumah adalaha upaya pencegahan.

Dengan sendirinya penyakit-penyakit berasal dari nyamuk seperti Malaria, DBD, Chikungunya, Zika dan Filariasis tidak terganggu. Nyamuknya ada tapi kita tidak perlu jatuh sakit,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat sebanyak 601 orang penderita demam berdarah dengue (DBD) di 28 kabupaten dan satu kota di provinsi itu sepanjang Januari-Desember 2015. (Sindung Sukoco)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Fogging itu Upaya Terakhir dalam Pemberantasan Nyamuk