Tersangka AJ Minta Dua Koleganya Jadi Terangka

share on:
ilustrasi korupsi - Jubi/IST
ilustrasi korupsi – Jubi/IST

Sorong, Jubi – Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pelantikan Wali Kota Sorong tahun 2012, AJ meminta kejaksaan dan Polda Papua agar menetapkan dua koleganya, HT dan SK sebagai tersangka.

Kuasa Hukum AJ, Lodius Tomasoa kepada wartawan di Sorong, Papua Barat, Selasa (2/2/2016) mengatakan, kelanjutan sidang tersebut diagendakan pada pekan depan.

“Agenda pemeriksaan saksi nanti pada hari Kamis depan,” katanya.

Persidangan tersebut akan dihadiri enam saksi. Dalam persidangan itu, pihaknya akan meminta kepada pengadilan tipikor untuk menetapkan tersangka baru, karena dalam surat dakwaan sudah sangat jelas bahwa uang yang mereka terima sebesar Rp 150 juta diterima tiga pimpinan DPRD Kota Sorong.

Dalam pemeriksaan Petrus Nauw sebagai saksi, pihaknya akan meminta kepada majelis hakim untuk menetapkan 27 anggota DPRD Kota Sorong periode 2009-2014 untuk ditetapkan menjadi tersangka baru, karena mereka diduga menikmati uang hasil korupsi tersebut.

“Persoalan mereka tahu atau tidak asal mulanya uang itu, yang jelas bahwa mereka sudah mengembalikan yang mereka sudah tahu dana itu hasil dari korupsi. Mereka sudah tahu makanya dikembalikan. Dalam persidangan itu nantinya kami yakin Pak Petrus Nauw akan membeberkan siapa saja yang menerima uang tersebut,” katanya.

Tahun 2012 ada anggaran yang diduga hilang. Anggaran tersebut terdapat pada dokumen pengguna anggaran (DPA) sebesar Rp 7,666 miliar. Dana sebesar itu untuk paripurna selama satu tahun anggaran. Namun anggota dewan tidak mendapatkan uang tersebut.

“Kalau mereka dapat uang itu, kenapa mereka harus minta atau panitia pelantikan harus berikan dana Rp 1,5 miliar kepada DPRD untuk mengikuti paripurna pelantikan, Sedangkan Sarah Konjol sebagai bendahara rutin di Sekretariat DPRD Kota Sorong, pasti tahu dana itu ada atau tidak. Jadi, akan dipertanyakan dana Rp 7,666 miliar tersebut ada dimana, akan kami buktikan di persidangan,” jelasnya.

Selain itu berkaitan dengan status kedua tersangka yang dulu ditetapkan oleh Diskrimsus Polda Papua, yaitu HT dan SK, yang mana status keduanya diturunkan kembali sebagai saksi, berdasarkan surat dari Polda Papua keduanya tetap sebagai tersangka. Dan dalam waktu dekat keduanya akan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.

“Polda Papua sudah berkoordinasi ke Polda Papua Barat untuk menangani perkara tersebut dan akan diserahkan ke Polda Papua Barat. Kami juga sudah berkoordinasi ke Diskrimsus Polda Papua Barat,” katanya.

“Jadi, status keduanya tidak berubah, yang selama ini mereka berkoar-koar terkait status mereka menjadi saksi itu tidak benar, status mereka tetap sebagi tersangka,” katanya lagi.

Diskrimsus Polda Papua Kombespol Guntur ketika dikonfirmasi via selulernya mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengutus anggotanya ke Sorong untuk meminta keterangan.

“Kemungkinan saya akan ke Sorong untuk memintai keterangan kepada yang bersangkutan. Kami juga minta agar segera mempersiapkan bukti-bukti dan petunjuk selanjutnya agar kami bisa mengambil langkah selanjutnya,” kata Kombespol Guntur. (Niko MB)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tersangka AJ Minta Dua Koleganya Jadi Terangka