Oktovianus Pogau, Wartawan Muda Yang Kritis dan Tajam

share on:
Oktovianus Pogau (kedua dari kiri) saat berdemonstrasi bersama jurnalis di Jayapura - Antara
Oktovianus Pogau (kedua dari kiri) saat berdemonstrasi bersama jurnalis di Jayapura – Antara

Pada tanggal 10 Desember 2011, Oktovianus Pogau mendirikan media online yang bernama suarapapua.com bersama rekannya dari Intan Jaya, Arnold Belau yang berkantor di Jayapura. Media suarapapua.com masih berjalan hingga saat ini dalam mempublikasikan berbagai informasi yang beragam dan berimbang dari tanah Papua dengan slogan menyuarakan kaum tak bersuara.

Didirikannya media tersebut adalah bentuk kecintaannya kepada tanah dan orang Papua untuk terus menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Papua di atas tanahnya. Sebab, baginya hanya medialah sebagai satu-satunya “obat” ampuh untuk negeri ini.

Selain sibuk di jurnalistik, Oktovianus juga sibuk sebagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Jayapura dan melakukan advokasi berbagai pelanggaram HAM di tanah Papua.

Okto sangat mencintai negeri Cenderawasih yang penuh dengan susu dan madu ini. Semasa pendidikan di Jakarta, Okto tergabung ke dalam organisasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Bahkan dia sempat menjadi pengurus di bidang pendidikan dan pengembangan. Karena kebutuhan untuk melakukan aksi di tingkat nasional, dia bersama rekannya almarhum Victor Kogoya menjadi perwakilan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) konsulat Indonesia Barat. KNPB adalah sebuah organisasi pemuda, pelajar, dan mahasiswa Papua yang banyak mengangkat isu ketidakadilan di negerinya. Para pemuda Papua yang bergabung dalam organisasi ini sangat serius mempertanyakan masa lampau Papua termasuk proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang kontroversial itu. Tidak heran kalau para pemuda ini menuntut diadakannya referendum untuk menentukan masa depan Papua.

Okto memang pandai mengusik kenyamanan pikiran orang lain. Kepalanya selalu penuh ide dan rencana. Dia sangat ingin membuka celah agar orang-orang di Jakarta mendengar dan memperhatikan apa yang dialami oleh orang Papua. Dia tahu itu sulit, Namun dia tidak peduli. Anak belia ini paham betul akan peran dan posisi Jakarta sebagai jalan keluar banyak masalah di negerinya. Itulah sebabnya dia sangat serius mempelajari Indonesia, terutama politik di Jakarta.

***

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Oktovianus Pogau, Wartawan Muda Yang Kritis dan Tajam