Oktovianus Pogau, Wartawan Muda Yang Kritis dan Tajam

share on:

Masa depan suarapapua.com ada di rekan-rekannya yang ditinggalkan Alm. Okto. Karena, suarapapua.com hadir untuk melihat banyak persoalan di tanah Papua, mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, dan persoalan politik yang semakin runyam. Dalam peliknya persoalan tersebut, media di Papua juga dituntut untuk memberitakan apa yang terjadi secara berimbang, objektif, dan dengan standar-standar jurnalisme yang baku.

okto ajiMedia di Papua juga dituntut mampu mengangkat “suara lain” dari masyarakat akar rumput di tanpa diintervensi pihak manapun. Selama ini, suara-suara masyarakat Papua selalu “diabaikan”, sehingga terkesan situasi Papua aman-aman saja. Masyarakat Papua juga bias pembangunan, karena pemberitaan yang tidak bermutu.

Akumulasi dari kebijakan pemerintah yang tidak berpihak, juga ditambah dengan pemberitaan di berbagai media massa yang menempatkan masyarakat Papua sebagai pihak yang “bersalah”, menghasilkan perlawanan yang semakin masif. Dan bahkan, beberapa aktivis dan pengamat di Papua pernah menyerukan agar media di Papua diboikotkan karena pemberitaannya selalu tak selalu covert both sides.

Dalam rumitnya persoalan di tanah Papua, media ini diharapkan mampu berperan dalam mengabarkan dan memberitakan berbagai persoalan di tanah Papua sesuai dengan fakta yang terjadi.

Di sisi ini, masih ada editornya, Mary Nabelau yang tahu admin media ini. Oleh karena itu, suara papua tidak berhenti sampai di sini, tapi masih terus berkembang dan hidup bagi bangsa Papua.

***

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Oktovianus Pogau, Wartawan Muda Yang Kritis dan Tajam