Oktovianus Pogau, Wartawan Muda Yang Kritis dan Tajam

share on:

Apa kata mereka:

Andreas Harzono, peneliti Human Rights Watch (HRW) sekaligus wali muridnya di Jakarta: Oktovianus Pogau memiliki naluri yang sangat baik. Dia orang pertama yang melaporkan kedatangan Hashim Djojohadikusumo, adik calon presiden Prabowo Subianto, ke Papua seusai pemilihan presiden Indonesia 2014. Kedatangan Hashim ini sangat penting karena Papua bisa menjadi kunci kemenangan dalam pemilihan presiden yang saat itu diramalkan akan berlangsung ketat. Tidak seperti daerah-daerah Indonesia lainnya, sistem pemilihan di Papua menggunakan ‘sistem Noken’ dimana para tetua adat atau mereka yang berkuasa memilih mewakili penduduk wilayahnya. Sistem ini tentu sangat rawan dengan manipulasi dan kecurangan. Namun akhirnya Jokowilah yang memenangi Papua.

Victor Yeimo, Ketua KNPB Pusat: percuma menulis dan menangis untukmu Oktovianus Pogau. Itu tak akan menghilangkan rasa bersalah kami rakyatmu yang selalu lupa memperhatikan kesehatanmu. Yang kami bisa hanya nikmati sajian berita yang kau liput dengan penuh pengorbanan. Sejak 2011 Saya beli dan bikin suarapapua.com karena hanya kau jurnalis muda yang punya komitmen, bakat, dan cita-cita untuk mengabarkan suara rakyat dan perjuangan yang dipasung penguasa kolonial. Ko sudah buat itu dan menjadikan media ini sebagai media yang kredibel dan besar. Kau tinggakan kesenangan ibukota kolonial, sempat menjadi sekjen KNPB konsulat. Kau jenius dan teman diskusi yang kaya informasi. Terlalu dini (sejak bangku SMU) kau mulai baktimu pada negeri ini, tapi juga terlalu dini kau pergi. maafkan kami yang hanya memanfaatkanmu dan tidak pernah memperhatikanmu hingga tubuh dan jiwa kau korbankan bagi negeri ini. Jujur di mata saya kau lelaki moni yang hebat. Okto, rasa bersalah dan pesan di inbox itu akan selalu menyayat batin ini setiap waktu. Seperti yang biasa kita bicara saat-saat itu, memang benar bahwa rakyat kita hanya tau menceritaan satu hal buruk yang kita buat dibanding seribu pengorbanan yang kita berikan bagi negeri ini. Saya sangat yakin Tuhan lebih tau dan memperhitungkan jiwa tulus kita pada jalan kebenaran perjuangan ini. Selamat jalan mepa, okto sayang eeeee.

okto baliVictor Mambor, pemimpin umum tabloidjubi.com dan Koran Jubi: Oktovianus Pogau bukan sekedar teman dan adik buat saya. Dia adalah tandem sekaligus rival buat saya. Dia adalah “otak kiri” saya dalam dunia jurnalistik. Dia adalah “separuh jiwa” saya dalam dunia jurnalistik. Dia tak ada bandingnya. Dia tak ada tandingnya. Dia membuka lebar mata banyak orang tentang apa yang sebenarnya terjadi di Papua. Dia pantas dikenang sebagai pejuang pembebasan, karena di adalah legenda. Amakane. RIP Mepa!

Nelius Wneda, Presiden Mahasiswa USTJ Papua: Sioooo kaka sayang secepat ini, Tuhan yang memberi Pula yg mengambil terpujilah Nama Tuhan semesta alam. RIP KK Oktovianus Pogau.

Mariana Kabey, anggota DPRD Kota Jayapura: RIP – Tuhan telah menyiapkan tempat bagimu. Istirahatlah dalam damai. Amin.

Nick Chesterfield, Redaktur West Papua Media: Okto, saudara muda yang terkasih, Anda adalah teman, seorang wartawan kawan, dan manusia luar biasa berani. dedikasi Anda untuk kebenaran adalah sebuah inspirasi bagi banyak anak muda Papua yang telah mengikuti Anda ke dalam jurnalisme baru yang menceritakan kebenaran pengalaman dan aspirasi Papua. kata-kata Anda menyuarakan suara ditekan pemuda, dan Anda menolak terus-menerus ancaman dari negara Indonesia untuk mengingatkan dunia untuk kedua mimpi kebebasan dan teriakan menderita di Papua Barat. Okto, Anda adalah seorang pelopor dalam banyak cara, dan bertanggung jawab untuk bersinar cahaya pada beberapa rahasia tergelap penderitaan Papua Barat di bawah Indonesia. Anda mencuri begitu banyak menderita diri dari Negara, tapi masih berhasil menceritakan kisah tentang orang lain. Sebagai sumber pendiri, wartawan dan penasihat jaringan WestPapuaMedia internasional terfokus, Anda menciptakan kesadaran tingkat baru situasi di Papua dan di seluruh dunia. Sebagai anak dari Mee Pago, Anda telah membuat orang-orang Anda sangat bangga. Simpati saya yang terdalam pergi ke keluarga dan teman-teman, dan suku Anda. Papua telah kehilangan semalam bintang terang, tetapi bintang akan tetap bersinar bagi banyak orang lain untuk mengikuti.

Saya saudara sangat menyesal bahwa hari-hari terakhir Anda berada di sakit seperti itu, tapi Anda mencapai begitu banyak dalam hidup muda Anda. Ini adalah kejutan besar bagi kita semua. Hanya baik mati muda. Perpisahan saudara muda, wartawan kawan. Anda akan sangat dirindukan. Dengan cinta dan hormat untuk hidup penuh prestasi dipotong terlalu pendek. Berjalan dengan baik ke dalam cahaya.

Bento Madubun, Pemimpin redaksi Harian Pagi Papua: Diks, sa tra tau mo bilang apa, tidak ada lagi yang inbox sa tengah malam frown emotikon tidak ada lagi yang curhat dari abe, bali, jakarta. kita semua tau adik pu perjuangan, perjuangan hidup, perjuangan bangkitkan suarapapua, dan perjuangan panjang hingga akhir hayat, SELAMAT JALAN ADIK, SAHABAT dan JURNALIS TANGGUH yang tidak goyah oleh ‘badai’. Tuhan tau yang terbaik, RIP.

Andy Yeimo, mahasiswa Papua di Yogyakarta: Kematian tak memisahkan kau dengan kami, para pewarta yang menyalakan kata di lorong-lorong yang terjangkau cahaya. Kematianmu telah membuka pintu yang terkunci oleh tirani, oleh gentar dan takut kami. Pahlawanku, Guruku, Jurnalis muda PAPUA. Selamat beristrahat di sisi kanan Allah Bapa di surga.RIP: Oktovianus Pogau.

Zely Ariane, Kordinator PapuaItuKita: Hari ini memang hari duka. Apalagi hujan tak berhenti. Tak apa, untuk sesaat menikmatinya. Sa anggap Oktovianus Pogau su bertemu Victor Hara, dan mereka sedang dengar album ini. Tak habis pikir anak satu ini. Dalam berbagai kesulitan di Papua ia tumbuh menjadi begitu cemerlang dan gembira! Tak pernah saya bertemu dia dalam keadaan putus asa atau sedih. Bicaranya penuh dengan pesan dan rencana2, juga tawa–termasuk terus saja tambah-tambahi beban kerja saya. smile emotikon Tapi menyenangkan, karena kita jadi temukan harapan.

Terbuat dari apa anak ini? Dari 2008 (saat baru berumur 16th!) de sudah menulis hal-hal sulit di https://pogauokto.wordpress.com (!) Dari soal Bersabar Dalam Penderitaan sampai Fidel Castro, Gusdur, pancasila, marhaenisme, dan komunisme. Siooo, Okto. Karena itukah au pasang foto Castro di profil?

De tentu bukan malaikat. Tapi tra terlalu penting itu sekarang. Semangatnya yang hingga akhir hayat tak berhenti pikir nasib dan perjuangkan bangsanya, mesti jadi inspirasi. Yoo… tong lanjut~ SALUD, Mepa!

Harun Rumbarar, wartawan suarapapua.com: Kaka adik sudah kirim berita itu, sudah masuk di keranjang SuaraPapua kah? Kaka, knp tra balas z punya sms ka. Kaka” hilang bersama waktu” Tinggal kaka punya potrettttttttt. Diam membisu. Kemanapun aku pergi bayangmu mengejar. Bersembunyi di manapun engkau ku temukan.

Nelius Tatogo, Kabag Humas Setda Kabupaten Paniai: Kami segenap keluarga besar Humas Kabupaten Paniai menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita Oktopianus Pogau (pimred suarapapua. com). Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan di surga. (Abeth You)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Oktovianus Pogau, Wartawan Muda Yang Kritis dan Tajam