Mansorandak, Tradisi Injak Piring

share on:
Para tamu yang ikut Mansorandak-Jubi/ist
Para tamu yang ikut Mansorandak-Jubi/ist

Jayapura, Jubi- Setiap ada tamu atau pun pejabat yang pertama datang ke suatu daerah baru di Tanah Papua khususnya di Teluk Doreri dan Cenderawasih pasti tamu itu akan menginjak piring. Tradisi injak piring atau dalam bahasa Byak disebut Mansorandak. Tradisi ini juga sebagai penyambutan bagi saudara yang pergi merantau jauh di luar tempat asal yang cukup lama.

 

Masyarakat Doreri percaya kalau tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur karena telah menjalani perjalanan jauh yang lama. Tak heran kalau penyambutan ini sungguh luar biasa dan tentunya menginjak piring. Tradisi ini juga diyakini untuk mengusir roh-roh jahat yang ikut bersama sejak perjalanan jauh sehingga perlu dibersihkan melalu tradisi Mansorandak.

 

Mansorandak adalah sebuah tradisi turun temurun suku Biak di Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat untuk menyambut anggota keluarga yang baru kembali dari tanah rantau dalam kurun waktu yang cukup lama. Lewat tradisi ini, masyarakat Doreri mengungkapkan rasa syukur dan gembira mereka atas kepulangan anggota keluarga mereka dan untuk membersihkannya dari roh-roh jahat yang mungkin didapatnya di tanah rantau.

Tradisi mansorandak ini dimulai dengan prosesi mandi kembang berbagai rupa di atas piring adat. Selanjutnya, sang perantau akan masuk ke sebuah ruangan khusus di dalam rumah bersama dengan keluarga besarnya dan harus mengitari sembilan piring adat sebanyak sembilan kali putaran.
Angka sembilan melambangkan sembilan marga suku Doreri di Manokwari. Prosesi ini diakhiri dengan penginjakan replika buaya sebagai lambang tantangan, penderitaan dan cobaan hidup yang akan menyertai jalan hidup sang perantau. Prosesi mansorandak ini berakhir dengan kegiatan makan bersama.

Prosesi ini seluruh makanan utama seperti daging, ikan, hingga sirih dan pinang akan digantung di bagian atas rumah dan baru boleh disantap setelah mendapat aba-aba dari para sesepuh adat Doreri. Seiring berjalannya waktu, tradisi Mansorandak di Manokwari sekarang hanya dilakukan dengan menyiramkan air pada sang perantau sebelum masuk kerumah tanpa pengitaran piring adat dan makan bersama.
Pada acara penting seperti penyambutan tamu negara yang datang ke Manokwari, tradisi injak piring ini tetap dilakukan secara simbolis dengan meminta para tamu untuk menginjak piring adat sebagai tanda syukur masyarakat Manokwari atas kunjungan para tamu.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mansorandak, Tradisi Injak Piring