Pasang Surut Laut, Kendala Kapal Besar Keluar-Masuk Merauke

share on:

 

 

laut
Gelombang laut yang sangat besar. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kepala PT Pelindo Cabang Merauke, H. Syafrullah mengatakan, salah satu permasalahan di Pelabuhan Merauke adalah pasang surut air laut yang sangat lama. Sehingga terkadang menyulitkan kapal-kapal besar saat akan masuk atau keluar dari pelabuhan menuju tempat tujuan.
“Memang kendala yang terjadi selama ini adalah pasang surut air laut yang memakan waktu lama. Sehingga kapal-kapal besar yang akan datang mapun keluar, menunggu lama hingga air laut pasang,” kata Syafrullah saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (17/2/2016).
Pada tahun ini, akan dilakukan perpanjangan Pelabuhan Merauke dengan ukuran 75×30 meter agar kapal-kapal juga leluasa berlabuh dengan baik.
Selain pelebaran pelabuhan, demikian Syafrullah, rencana reklamasi guna pembangunan terminal penumpang. Lokasinya di dalam area yang sekarang digunakan untuk lapangan peti kemas. “Ya, kita tunggu realisasi pengerjaan, karena itu sesuai petunjuk dan arahan dari Kementerian Perhubungan RI,” tuturnya.
Menyinggung tentang pembangunan tol laut, Syafrullah mengaku, sedang dalam proses karena merupakan program dari Presiden RI, Joko Widodo. “Saya dapat informasi jika izin dan persyaratan lain sedang dalam proses,” katanya.
Diakui jika anggaran untuk pembangunan tol laut sekitar Rp 2 triliun, namun tidak hanya untuk Kabupaten Merauke. Tetapi beberapa daerah lain termasuk Sorong.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, Martha Bayu beberapa waktu lalu mengungkapkan, Pelabuhan Samudra Perikanan Merauke segera dimanfaatkan bagi kapal-kapal yang melakukan pencarian ikan di Laut Arafura. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pasang Surut Laut, Kendala Kapal Besar Keluar-Masuk Merauke