Wakapolda Papua: Kehadiran Brimob Bukan untuk Menakuti Masyarakat

share on:
Wakapolda Papua, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja ditemani Kapolres Jayawijaya ketika meninjau kediaman lama bupati Jayawijaya yang akan dijadikan tempat sementara anggota brimob di Wamena - Jubi/Islami
Wakapolda Papua, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja ditemani Kapolres Jayawijaya ketika meninjau kediaman lama bupati Jayawijaya yang akan dijadikan tempat sementara anggota brimob di Wamena – Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja dalam kunjungan bersama tim dari Jayapura untuk melihat kesiapan rencana pembangunan mako brimob di Wamena mengatakan bahwa kehadiran mako brimob bukan untuk menakuti masyarakat.

“Kehadiran brimob di Wamena sini bukan hanya untuk mengawal tindakan kejahatan saja, tetapi di mana ada masyarakat di situ polisi hadir. Yang pasti, brimob hadir bukan untuk menakut-nakuti masyarakat,” katanya di Wamena, Kamis (18/2/2016).

Ia mengatakan dengan kehadiran Brimob, misalnya wilayah pegunungan tengah membutuhkan kehadiran Brimob yang selama ini dianggap mahal, kalau ada kejadian seperti di di Puncak Jaya, Lanny Jaya, Polda tidak terbangkan dari Jayapura, melainkan dari Wamena sehingga cost nya lebih murah dan secara taktis lebih bagus.

Ia belum memastikan jumlah personil brimob yang akan ditempatkan di Wamena karena harus sesuai kapasitas bangunan yang disediakan pemerintah setempat.

Disinggung soal penolakan oleh sejumlah aktivis, menurut jenderal bintang satu kepolisian ini, penolakan itu hanya oleh segelintir orang. “Secara umum masyarakat di sini setuju dan tidak ada masalah. Soal anggarannya, semua Pemda Jayawijaya yang mengeluarkan dan kita terima kasih kepada Bupati, DPRD di mana mereka mau menyiapkan lahan yang sangat representatif kepada Polri,” ucapnya.

“Target bulan Mei mudah-mudahan dapat terealisasi lebih cepat lebih bagus. Sekali lagi, brimob datang ke sini itu dalam rangka tugas kepolisian, bukan untuk menakut-nakuti dan lain-lain. Yang takut dengan polisi adalah orang yang melanggar, kalau tidak salah ngapain mesti takut,” tegasnya.

Sebelumnya Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo menegaskan sebanyak 100 personil brimob di Wamena akan ditempatkan di kediaman lama Bupati Jayawijaya, sebelum dibangun permanen di eks Baliem Cottage yang merupakan lahan pemda setempat. (Islami)

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wakapolda Papua: Kehadiran Brimob Bukan untuk Menakuti Masyarakat