Malaria Renggut Sembilan Warga di Yahukimo

share on:
Salah satu ruang perawatan Puskesmas Suru-Suru, Distrik Suru-Suru Kabupaten Yahukimo – Jubi/IST.
Salah satu ruang perawatan Puskesmas Suru-Suru, Distrik Suru-Suru Kabupaten Yahukimo – Jubi/IST.

Jayapura, Jubi – Sembilan warga Yahukimo meninggal dunia akibat Malaria. Hal ini terjadi akibat pelayanan yang kurang maksimal, mobile clinics yang tidak berjalan secara kontinyu serta penutupan pelayanan kesehatan di rumah sakit serta Puskesmas.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Regional Yahukimo, Jhon kepada wartawan, Jumat (19/2/2016) di Jayapura. “Pada Desember 2015 empat orang meninggal karena malaria, kemudian pada Januari 2016 lima orang meninggal karena malaria,” katanya.

Dugaan awal menurut Jhon adalah pelayanan yang kurang efektif dari tenaga medis yang bertugas di daerah tersebut. “Ini juga imbas dari pemogokan yang dilakukan oleh para bidan dan perawat. Saat itu 30 dokter yang bertugas di rumah sakit itu tidak berada di tempat,” ujanrya.

Aksi mogok kerja tersebut sudah berlangsung sejak Selasa (12/1/2016). Tidak ada penempatan tenaga yang di masing-masing Puskesmas yang ada di Yahukimo, semua dokter hanya bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Yahukimo.

“Mantri dan suster juga sama tidak yang mendukung pelayanan di puskesmas, semuanya kumpul di rumah sakit Yahukimo, sedangkan rumah sakit Yahukimo hingga kini lebih banyak didominasi oleh tenaga honorer atau tenaga kontrak,” katanya.

Dengan kasus tersebut, UP2KP reginal Yahukimo berharap rumah sakit memiliki pakta integritas pelayanan kesehatan kepada masyarakat asli Yahukimo sehingga menghindari hal-hal yang mengakibatkan kematian.

“UP2KP siap mendorong pelayanan kesehatan yang lebih baik sesuai dengan tugas dan fungsinya dan juga UP2KP mendukung program prioritas bupati,” ujarnya.

Program prioritas bupati terpulih Abok Busub dan Yulianus Helukka yakni dengan mengoptimalkan pelayanan medis ditingkat kabupaten, distrik dan kampung terutama penyediaan fasilitas kesehatan dan kelancaran obat-obatan serta penempatan tenaga medis dan kenaikan tunjangan.

“Salah satu program yang akan kami dorong guna peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat salah satunya memberikan subsidi penerbangan khusus untuk kesehatan. Kami akan bekerjasama dengan beberapa aviasi dan member subsidi pesawat di bidang kesehatan, sehingga jika ada seorang pasien yang membutuhkan rujukan kesehatan jangan sampai ada kesulitan masalah transportasi,” jelasnya. (Roy Ratumakin)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Malaria Renggut Sembilan Warga di Yahukimo