Belum Satu Persen Pelaku UMKM Yogya Mematenkan Produknya

share on:
Belum satu persen produk UMKM di DI Yogyakarta memiliki hak paten -bisnisumkm.com
Belum satu persen produk UMKM di DI Yogyakarta memiliki hak paten -bisnisumkm.com

Yogyakarta, Jubi – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat untuk mematenkan produknya melalui Hak Atas Kekayaan Intelektual guna menghindari pembajakan.

“Produk UMKM di DIY rawan pembajakan karena tidak memiliki HAKI,” kata Kepala Seksi Pusat Pelayanan Usaha Dinas Koperasi dan UKM DIY, Sudarso, di Yogyakarta, Selasa (23/2/2016).

Hingga kini, UKM dan UMKM di DIY yang telah mengantongi hak cipta baru sekitar 600 UMKM, sedangkan jumlah total UMKM mencapai 137 ribu unit usaha.

“Kami terus mendorong dan memfasilitasi UMKM serta UKM untuk mendaftarkan produknya, karena ini rawan pembajakan,” katanya.

Sudah terjadi beberapa contoh kasus produk UMKM Yogya dibajak setelah mengadakan pameran di luar negeri.

“Sebagian besar produk yang mengalami pembajakan adalah produk kerajinan, makanan, serta garmen. Hal ini tentu saja merugikan para pelaku UMKM di DIY,” katanya.

Sudarso minta semua pelaku usaha agar paham dan mengerti arti kepemilikan HAKI.

“Kepemilikan HAKI penting sebagai proteksi produk,” katanya.

Ia mengatakan prosedur pengurusan HAKI saat ini lebih mudah dan tidak berbelit-belit, karena Kementerian Koperasi dan Kementerian Hukum dan HAM bekerjasama guna memudahkan pelaku UMKM mengurus HAKI.

“Secara massal Kemenkop dan Kemenkum HAM telah menerbitkan sebanyak 2.000 izin HAKI gratis untuk UMKM di Indonesia. Dengan fasilitas yang diberikan pemerintah ini tidak ada lagi alasan bagi pelaku UMKM tidak mengurus HAKI demi proteksi terhadap produk karyanya,” katanya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Belum Satu Persen Pelaku UMKM Yogya Mematenkan Produknya